<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136</id><updated>2011-11-16T01:34:59.128+07:00</updated><category term='pondok indah'/><category term='mavi marmara'/><category term='agenda setting'/><category term='sepeda motor'/><category term='luna maya'/><category term='densus 88'/><category term='ariel'/><category term='media'/><category term='penyiaran'/><category term='jalur gaza'/><category term='pengumuman pemenang lomba cerbung'/><category term='kost'/><category term='teroris'/><category term='technical service'/><category term='travelling purwokerto-jogja'/><category term='macet'/><category term='serba serbi'/><category term='opini pribadi'/><category term='flotilla'/><category term='pengumuman pemenang lomba cerpen'/><category term='lomba penulisan'/><category term='imagination'/><category term='taksi'/><category term='wisma'/><category term='audisi'/><category term='pengalaman pribadi'/><category term='pilpres 2009'/><category term='perspektif'/><category term='pantura'/><category term='kontraproduktif'/><category term='relawan'/><category term='surabaya'/><category term='tol'/><category term='bengkel'/><category term='tv one'/><category term='nadine chandrawinata'/><category term='kemanusiaan'/><category term='metro tv'/><category term='iseng membawa hikmah'/><category term='dapet beasiswa'/><category term='cut tari'/><category term='laporan langsung'/><category term='komunikasi'/><title type='text'>JOEJOEHIPHIPHURA : Mencoba Menjadi Lebih Baik</title><subtitle type='html'>Membaca seperti sebuah gelas yang diisi air. Jika gelas itu sudah tidak mampu menampung air yang masuk, perlu dituangkan ke tempat lain. Penuangan itulah yang kumaksud dengan menulis. (Lan Fang)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>32</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-8848040721287733836</id><published>2011-11-13T01:24:00.000+07:00</published><updated>2011-11-16T01:34:59.163+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lomba penulisan'/><title type='text'>“Share your Unforgottable Moment In This Year” (SYUMITY 2011)</title><content type='html'>Dicari 150 Flash True Story : Special Event Jelang Akhir Tahun (SYUMITY 2011)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Share your Unforgottable Moment In This Year”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak kerasa ya, bentar lagi kita udah mau ganti tahun. Sahabat semua pasti punya dong satu pengalaman yang paling berkesan dan tak terlupakan di sepanjang tahun ini. (Tahun 2011). Entah pengalaman gokil bin malu-maluin, pengalaman sedih ditinggal orang terkasih, pengalaman bahagia dilamar kekasih, atau pengalaman mendapat reward yang nggak sahabat sangka-sangka bisa sahabat peroleh di tahun ini. Pokoknya pengalaman apa aja bisa deh, yang penting thats moment is your unforgottable moment.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuk yuk, share pengalaman sahabat dengan mengikuti event “Share your Unforgottable Moment In This Year”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak perlu susah-susah. Syaratnya cukup mudah. Silahkan bagi pengalamanmu yang tak terlupakan, sepanjang tahun 2011 ini. Apa yang paling membuat kamu teringat-ingat terus dengan kejadian saat itu, yang nggak bisa kamu lupain dan apa hikmah yang bisa kamu bagi dari pengalamanmu tersebut. Cukup kamu tulis pengalamanmu dalam flash true story 400 sampai 500 kata. Ketik rapi, mengunakan bahasa indonesia yang baik dan benar, font : Times New Roman, size : 12, Spasi 1,5. Sangat diutamakan pengalaman pribadi penulisnya. Jika pengalaman orang lain tolong sebutkan narasumbernya ya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau sudah nulis, silahkan lampirkan naskah (attach file) dan kirim ke email : trilego@yahoo.co.id dengan menulis subject : SYUMITY_nama penulis_nama akun facebook. Sertakan biodata narasi 80 kata (tanpa foto) di bawah naskah. Sertakan pula nama lengkap, nama akun fb, id twitter (kalau ada) dan alamat email aktif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Event ini berlangsung mulai 20 Oktober 2011 dan berakhir 15 November 2011, pukul 23:00 wib.&lt;br /&gt;
Pengumuman Nominator pada 10 Desember 2011&lt;br /&gt;
Pengumuman juara 1, 2 dan 3 pada tanggal 1 Januari 2012&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami mencari 150 Flash True Story paling menarik untuk dibukukan. Untuk ke 150 kontributoryang naskahnya lolos diwajibkan untuk invest 100 ribu dan akan diberikan 3 eksemplar buku terbit dikirimkan ke alamat kontributor, gratis ongkos kirim seluruh wilayah, alamat indonesia (nggak rugikan dapet 3 eksemplar? Harga normal setelah buku terbit sekitar 50.000, nah buat kontributor bisa untung kan?).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembayaran invest 100 ribu untuk ke 150 kontributor dimulai sejak pengumuman kontributor yang naskahnya lolos, yaitu tanggal 11 Desember 2011- 16 Desember 2011. Silahkan transfer ke rekening a.n : Bagus Yuli H, Bank Syariah Mandiri KCP Kaliurang No.Rekening 0947052415&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biar lebih semangat, kami berikan reward untuk :&lt;br /&gt;
1.      Juara 1, akan mendapatkan :  Thropy + Sertifikat edisi cetak + Paket Buku senilai Rp.400.000 + 3 eksemplar buku tanda terbit.&lt;br /&gt;
2.      Juara 2 akan mendapatkan : Thropy + Sertifikat edisi cetak + Paket Buku senilai Rp.250.000 + 2 eksemplar buku tanda terbit.&lt;br /&gt;
3.      Juara 3 akan mendapatkan : Thropy + Sertifikat edisi cetak + Paket Buku senilai Rp.100.000 +1 eksemplar buku tanda terbit.&lt;br /&gt;
4.      Seluruh Nominator akan mendapatkan sertifikat elektronik&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku insyaAllah akan siap terbit saat tahun baru!, 1 Januari 2012&lt;br /&gt;
Silahkan share info ini dijejaring sosial apapun yang kamu miliki. Boleh di blog, note fb, twitter, tumblr, kompasiana, dkk. Copas link info lomba ini di fb : Tri Lego Indah atau Tri Lego Indah Full  atau Tri Lego Cendolers.  (pilih salah satu).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuk, “Share your Unforgottable Moment In This Year”&lt;br /&gt;
Bagi pengalaman, bagi inspirasi, dan bagi hikmah&lt;br /&gt;
Selamat Berlomba!&lt;br /&gt;
Salam,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Crew SYUMITY&lt;br /&gt;
PJ event : Tri Lego Indah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mempermudah komunikasi, silahkan masuk ke group :&lt;br /&gt;
Peserta SYUMITY 2011&lt;br /&gt;
http://www.facebook.com/groups/syumity2011/members/#!/groups/syumity2011/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
yuk ikutaaan.. ^___^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-8848040721287733836?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/8848040721287733836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2011/11/share-your-unforgottable-moment-in-this.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/8848040721287733836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/8848040721287733836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2011/11/share-your-unforgottable-moment-in-this.html' title='“Share your Unforgottable Moment In This Year” (SYUMITY 2011)'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-2676278531778997710</id><published>2011-10-19T20:51:00.000+07:00</published><updated>2011-10-19T20:51:31.154+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='surabaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kontraproduktif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='technical service'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bengkel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengalaman pribadi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sepeda motor'/><title type='text'>Out from Comfort Zone</title><content type='html'>Bagian 1&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah yang kurindukan. Ya. Semuanya. Semua yang ada di kamar ini. Dari kasur yang tak terlalu lebar. Dari bantal dan guling yang sudah berkurang empuknya. Meja belajar cap Olympic, yang sudah menemaniku sejak memakai seragam merah putih. Buku dan koran yang senantiasa kusimpan. Semuanya masih tertata rapi. Kecuali ada perubahan sedikit. Karena ibu suka merubah susunan barang-barang yang telah kususun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadilah aku sering sewot ketika tak mendapati barang yang kucari. Sebab, ibu telah memindahnya. Oh ya. Ada yang lupa. Sebuah jendela besar menghadap ke selatan. Huaaahhhh..... semua yang kurindukan. Semuanya berada di kamarku. Sebuah kamar kecil di suatu rumah yang mungil, di ujung utara kota dingin, Malang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamarku surgaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak bisa lagi menjamah lama-lama kamar ini. Tanggung jawab dan tuntutan, membuatku tak bisa berlama-lama menghabiskan waktu di kamarku ini. Klise memang. Tetapi memang begitulah yang harus kujalani. Kita memang tak bisa memilih, dimana kita harus berada. Khususnya untuk mengais rezeki. Prinsipku, mana yang lebih dulu memanggilku, maka dialah yang kuambil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesempatan itu adalah bekerja. Aku diterima kerja di Surabaya. Meski akhirnya aku tahu, perusahaan ini mempunyai kantor cabang di Gedangan, Sidoarjo. Sudah bisa ditebak. Aku ditempatkan di situ. Kukira aku akan bekerja di Surabaya. Kemarin, saat aku positif diterima, aku sudah mencari kos-kosan di daerah Mojo, Surabaya. Ternyata, percuma. Aku ditaruh di kantor Gedangan. Membuatku mencari kos di daerah Sedati Agung, dekat bandara Juanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh...... perlu kujelaskan. 4 paragraf diatas kutulis sudah lama. Tepatnya pada Juni 2011 lalu. Saat ada libur dalam masa trainingku. Liburnya cukup lama untuk ukuran management trainee. Yakni sekitar seminggu. Jadilah aku bisa meluapkan rasa kangenku di Malang dengan waktu yang lebih leluasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang.........&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kembali melanjutkan cerita dan curhatku ini. Kau tahu? Aku menuliskan ini di tengah hiruk-pikuk kantor. Ruangan kantor yang ramai dengan berbagai aktivitas. Aku merasa asing. Aku merasa sendiri. Struggle, berjuang sendirian. Alone. Rasanya, tempatku bukan disini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau di sekelilingku nyaris bising oleh berbagai suara, namun aku merasa sepi. Aku merasa terperangkap dalam kesepian, diantara keramaian. Huuhh...... sedihnya. Dalam ramai aku merasa sepi, sendiri. Aku tak tahu, sampai kapan batas kesabaranku untuk berada disini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudahlah. Lebih baik aku berkonsentrasi menulis cerita ini. Seraya mengingat-ingat, peristiwa atau wejangan apa yang perlu kuabadikan dalam tulisan ini. Okelah. Tak usah jauh-jauh. Kemarin, hari Minggu, 16 Oktober 2011. Aku berkesempatan untuk sejenak melupakan kegalauanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pulang ke Malang. Salah satu yang kulakukan untuk menikmati libur yang cuma sehari ini, dengan belajar menyetir mobil. Melalui mobil tua yang dipunyai bapak dan ibu. Mobil carry tahun 1989. Senangnya. Karena bensin sudah menipis, bapak mengajakku mengisi bensin di jalan Mayjen Wiyono, dekat Rampal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama perjalanan, aku ngobrol hal apapun dengan bapak. Satu yang kuingat dari perkataan bapak kemarin. Kita gak pernah tahu, akan dibawa kemana hidup ini. Apa yang kita inginkan dan cita-citakan, kadang tak sesuai dengan suratan takdir yang diberikan Allah. Bahkan sering. Apa yang kita idealkan, ternyata tak tarcapai. Tak sesuai dengan apa yang akhirnya kita dapatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasti berbeda. Itu yang diucapkan bapak padaku. Hanya satu yang bapak tekankan. Apapun yang diberikan Allah, pasti itu yang terbaik buat kita sekarang. Sementara apa yang belum tercapai, berarti menurut Allah, belum saatnya bagi kita untuk memperolehnya. Atau, kita tidak cocok untuk mendapatkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasti banyak hikmahnya. Itu yang diwejangkan bapak padaku kemarin. Baik. Ya Allah...... aku berusaha untuk mensyukuri anugerah ini. Anugerah yang telah Engkau berikan padaku. Anugerah berupa rezeki dan izin untuk belajar bekerja ini. Haahh..... technical service.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasti banyak pelajaran baru yang bisa kupetik dari penempatanku di divisi technical service. Aku bisa belajar. Baik. Itu poinnya. Belajar? Adalah aktivitas yang kusukai kan??? Meski belajar tentang mesin sepeda motor. Mesin sepeda motor? Layaknya montir di bengkel????&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahhh...........&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mudah. Ini pasti tidak mudah. Aku tak tahu. Apakah aku punya energi untuk melewati fase ini. Mungkin, ini adalah salah satu fase yang tidak mudah dalam hidupku. Haahhh...... sedari kecil, begitu berlikunya hidupku. Ya. Seperti juga kali ini. Fiuuhh.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-2676278531778997710?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/2676278531778997710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2011/10/out-from-comfort-zone.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/2676278531778997710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/2676278531778997710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2011/10/out-from-comfort-zone.html' title='Out from Comfort Zone'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Surabaya, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.2652778 112.74250000000006</georss:point><georss:box>-7.3481463 112.61309250000006 -7.1824093 112.87190750000006</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-4427719858641474228</id><published>2011-07-05T21:24:00.001+07:00</published><updated>2011-07-06T06:24:33.571+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kontraproduktif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='technical service'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='imagination'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kost'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng membawa hikmah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengalaman pribadi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komunikasi'/><title type='text'>LEGOWO</title><content type='html'>Perlahan, masih kudengar adzan dari sekeliling. Termasuk adzan yang mengalun dari masjid depan rumah. Perlahan petang berubah gelap. Dan bumi kembali dirundung malam. Tapi aku, masih tergolek disini. Telentang diatas kasur. Namun tak sedetik pun mataku terpejam. Sengaja kumatikan lampu kamarku. Kuharap, kegelapan dalam kamar bisa membantuku. Membantu mengurangi galau yang tiba-tiba kembali menyeruak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kudengar jelas, suara ketawa-ketiwi yang belakangan hari telah menjadi santapan sehari-hariku. Suara yang seakan-akan menggunakan pengeras suara bermerek Toa. Aku telah hafal. Itu adalah suara tetangga sebelah. Tetangga sebelah? Ya, tetangga sebelah kos. Ada 2 orang yang sedang begitu asyik bercengkerama. Seolah tak memedulikan adzan maghrib yang menggema barusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh....apa bedanya denganku? Meski aku juga mendengarnya, tapi aku masih bermalas-malasan di kasurku. Tampaknya mereka sungguh asyik mengobrol ria. Seakan baru bertemu setelah berpuluh tahun berpisah. Namanya saja kuping. Meski aku tak ingin mendengar, namun kuping ini tetap menangkap berbagai macam suara, tanpa bisa dikendalikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka, 2 orang tetangga kostku, sedang bernostalgia ria. Mengenang masa kecil yang telah dilalui. Bagaimana aku bisa menyimpulkan begitu? Karena mereka membicarakan aktivitas saat maghrib di waktu kecil dulu. Mereka sudah mandi dan duduk manis di depan teve. Menunggu acara anak-anak seperti Superman, Superboy, Ksatria Baja Hitam, dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengarnya, mau tak mau aku ikut mengenang masa kecilku. Entah mengapa, tak terasa mataku berkaca-kaca. Mbrebes mili, kalau kata orang jawa. Dan lantas, kuhubungkan dengan kejadian hari ini, yang tak pelak membuatku galau tak terkira. Haaahh..... masa kecil memang menyenangkan. Ada satu yang pasti dirasakan seorang anak kecil: TAK ADA BEBAN. Beban seperti orang dewasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh... tapi aku tak mungkin berharap kalau aku menjadi anak kecil terus. Rasanya seperti cerita fiksi. Lazimnya, semua manusia akan tumbuh besar. Tak hanya raga yang membesar. Tetapi juga jiwa, pemikiran. Ahh....... renungan ini semakin berat saja. Tak secuilpun mendekati mahakarya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SEMUA KEJADIAN ADA TUJUANNYA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat ini kuambil dari salah satu film layar lebar Indonesia. Berjudul Fiksi, yang menjadi film terbaik FFI 2008. Meski ceritanya amat absurd dan sangat fiksi, tapi ada pembelajaran yang kudapat. Yaitu semua kejadian, pasti ada tujuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian hari ini, pasti juga mempunyai tujuan. Ya Tuhan, aku berusaha mencari, merenungkan, meresapi, apa tujuan kejadian yang kualami hari ini. Padahal aku berharap, hari ini akan memberi sejarah baru buatku. Tetapi ternyata, bukan sejarah gemilang yang kutoreh hari ini. Melainkan sejarah pahit yang lebih pahit dari narkoba. Aku sungguh tak menyangka, hari ini aku memperoleh jawaban atas pilihan-pilihanku di masa lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahhh..... aku tak sanggup memaparkannya disini. Terlalu rumit, komplek, dan rahasia. Yang jelas, dari hari ini aku belajar tentang LEGOWO. Hari Rabu, 22 Juni 2011. Mungkin ada hikmahnya semua kejadian ini menimpaku di awal. Agar tak menyerangku di waktu nanti. Yah.... semua telah terbuka di muka. Tak ada lagi rahasia yang bisa kusimpan. Semua telah terbuka di awal. Dan ini adalah RISIKO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedati, Sidoarjo.&lt;br /&gt;
Kamis pagi, 23 Juni 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-4427719858641474228?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/4427719858641474228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2011/07/legowo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/4427719858641474228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/4427719858641474228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2011/07/legowo.html' title='LEGOWO'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-3348473042045017729</id><published>2011-04-20T20:54:00.000+07:00</published><updated>2011-04-20T20:54:27.445+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='surabaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kontraproduktif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pondok indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='laporan langsung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tol'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='macet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng membawa hikmah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengalaman pribadi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komunikasi'/><title type='text'>Perjalanan dan Ikhtiar (Part.3-Tamat)</title><content type='html'>Aku bagai melayang di angkasa. Bertebaran mobil-mobil mewah disana-sini. Banyak orang memakai setelan jas rapi dan kinclong. Begitu juga dengan wanitanya, blouse dan rok yang aduhai. Pokoknya….. khas eksekutif muda lah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kucoba membangun kepercayaan diri. Kucoba berjalan seperti biasa. Walau aku tak bisa membohongi diri sendiri, bahwa aku amat excited dengan situasi yang sedang kualami. Kudatangi receptionist dan mengutarakan kedatanganku. Yakni interview bca finance di lantai 7.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“KTP-nya…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi datar ditunjukkan si mbak resepsionis kepadaku seraya meminta ktp. Ok. Kuberikan ktp-ku dan aku diberi ID yang bertuliskan tamu atau guest.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alhamdulillah….. gini-gini, aku juga biasa menggunakan lift. Bersama lainnya, aku menunggu lift yang akan membawaku ke lantai 7. Sampailah aku di lantai 7. Wooowww……. begitu keluar dari lift, aku disambut lobi sebuah kantor yang sangat menakjubkan. Menakjubkan buat anak ndeso sepertiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bca finance. Lengkap dengan lantai yang serasa cermin, warna dinding yang cemerlang, dan wangi ruangan yang tak pernah terlewatkan di cek oleh office boy. Tak ketinggalan, lalu-lalang orang-orang yang bekerja. Membawa sebendel berkas, atau sekadar menelepon, yang mungkin menelepon calon klien untuk dealing layanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menghampiri resepsionis, dimana terdapat seorang mbak resepsionis dan seorang satpam. Mendekat ke meja resepsionis, kulihat ada selembar daftar hadir khusus. Kubaca sejenak. Ya… ini adalah lembar yang berisi daftar hadir peserta interview panel hari ini. Yups! Kutemukan namaku diantara 10 nama yang terpampang disitu. Lengkap dengan kota asal seleksiku (surabaya) dan nomer hp-ku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menandatangani daftar hadir itu, seraya sedikit berbasa-basi dengan mbak resepsionis dan pak satpam. Kemudian aku dipersilakan duduk di ruang tunggu yang tak begitu jauh dari meja resepsionis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata tak cuma aku yang sedang menunggu giliran untuk interview panel. Ada beberapa peserta lainnya yang juga memperoleh jadwal interview yang kurang lebih sama denganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku selalu mencoba berkenalan dengan orang baru. Karena siapa tahu, aku akan bertemu mereka jika diterima di posisi pdp bca finance ini. Maka, kubuka obrolan-obrolan ringan dengan mereka. Kadang, ada yang tak merespon dengan baik. Tapi, lebih banyak yang kemudian terlibat obrolan gayeng denganku. Heheheeeee…….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata, semua peserta hari ini adalah peserta yang berasal dari seleksi surabaya. Jadi, banyak diantara mereka memiliki logat yang sama denganku. Jawa-jawa medok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu kali sesi, ternyata ada 2 peserta yang diwawancara sekaligus. Bukan diwawancara bersama, namun ada 2 pos yang bertugas untuk meng-interview peserta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segala daya kulakukan, saat aku menjalani interview panel. Wawancara “melawan” 3 orang sekaligus. Entah mereka manajer, atau bahkan general manajer. Aku tak ambil pusing. Yang jelas, mereka telah membuatku pusing 7 keliling dengan berbagai pertanyaan yang kadang tak kuduga akan dilontarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yah…… nasib.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua ikhtiar kupasrahkan kepada Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Feelingku berkata, aku tak maksimal di interview ini. Entah bagaimana, sering aku bisa merasakan, kapan wawancara yang sukses, kapan wawancara yang gagal. Dan kali ini, feeling gagal lebih mendominasi. Ya sudahlah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selesai wawancara. Aku digiring ke lantai 8 untuk mengetahui hasil interview barusan. Beberapa menit aku menunggu, akhirnya aku dipanggil untuk masuk ke satu ruang yang tak terlalu besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kukira, aku akan menerima berita gembira. Disodori kontrak dan diminta untuk tes kesehatan. Tetapi ternyata, aku hanya diberi uang pengganti transport atas kedatanganku ke jakarta. Nominal yang cukup besar bagiku, sebagai pelipur lara. Karena aku disuruh menunggu seminggu untuk kabar diterima atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kadang, cara ini dilakukan oleh perusahaan, untuk mengatakan secara halus, bahwa aku belum bisa diterima. Si ibu juga mengatakan, kalau dataku akan tetap dijaga. Bila ada lowongan, mungkin akan dipertimbangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik. Akhirnya aku pulang dengan mood yang tak terlalu bagus. Kurang lebih jam 5 sore, aku sudah keluar dari gedung megah itu. Kemudian, aku dihadapkan pada kondisi jalan raya yang sungguh ramai. Terang saja, ini jam pulang kantor. Huuhhh…..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak apalah. Itung-itung, aku bersilaturahmi kepada om dan tante. Membawakan mereka oleh-oleh khas malang, yang tak akan ditemukan dengan mudah di jakarta. Juga, setidaknya aku tahu, apa itu pondok indah. Kawasan yang konon elit di ibukota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Overall…… perjalanan singkat yang menyenangkan. Karena di sela-sela perjalanan ke jakarta ini, aku masih menerima panggilan kerja dari sebuah perusahaan yang berpusat di surabaya. Dan ternyata, panggilan kerja inilah, yang menjadi jodohku sekarang!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alhamdulillah……….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
END.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-3348473042045017729?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/3348473042045017729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2011/04/perjalanan-dan-ikhtiar-part3-tamat.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/3348473042045017729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/3348473042045017729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2011/04/perjalanan-dan-ikhtiar-part3-tamat.html' title='Perjalanan dan Ikhtiar (Part.3-Tamat)'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-6335799133089642627</id><published>2011-03-29T00:25:00.000+07:00</published><updated>2011-03-29T00:25:05.031+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini pribadi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cut tari'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='laporan langsung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng membawa hikmah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tv one'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metro tv'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agenda setting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilpres 2009'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perspektif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyiaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komunikasi'/><title type='text'>Akhirnya Putri yang Ditukar Menang</title><content type='html'>Ya. Akhirnya. Putri Yang Ditukar adalah sinetron yang saat ini, menjadi gacoan RCTI untuk meraup perhatian penonton tivi di jam primetime. Sinetron yang diantaranya diisi Nikita Willy dan Resky Aditya ini, akhirnya berhasil “benar-benar” meraih rating tertinggi sebagai sinetron yang paling banyak ditonton. Tentunya melalui raihannya sebagai drama seri terfavorit dalam Panasonic Gobel Awards 2011 (PGA), Jumat (25/03/2011) lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinetron buatan Sinemart ini, akhirnya berhasil mengungguli saingan bebuyutan dari tivi sebelah, Cinta Fitri. Cinta Fitri, tak bisa dipungkiri, dalam 3 tahun terakhir, menjadi sinetron yang paling menyita perhatian. Dengan packaging yang dibuat season-an, maka masyarakat diharap tak terjebak kebosanan dalam mengikuti alur cerita. Dan ketika penonton rindu akan akting Shireen, Wisnu, Dinda, Adly, maupun Donita, maka langsung dibuat season Cinta Fitri selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbukti, dalam helatan PGA 2009 dan 2010 lalu, kategori sinetron dipegang oleh Cinta Fitri, dimana tayang di SCTV dan sekarang hijrah ke Indosiar. Kembali ke Putri yang Ditukar. Sinetron yang sedang jaya-jayanya, karena berhasil merebut 3 piala sekaligus di PGA 2011 ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain sinetron terfavorit, juga predikat aktor dan aktris. Tak disangka, Atalarik Syach -aktor yang saya kenal sejak bermain di sinetron fenomenal Karmila, bersama kakaknya Teddy Syach dan Paramitha Rusady sekitar masa reformasi- sukses mempecundangi para juniornya. Teuku Wisnu, Dude, Resky Aditya, dan Vino Bastian, aktor-aktor muda yang harus merelakan piala emas PGA jatuh ke tangan senior.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga, tentu saja aktris yang diraih Nikita Willy. Dia juga merebut gelar serupa tahun lalu lewat Safa dan Marwah. Lengkap sudah. Tiga kategori “utama”, disapu bersih oleh RCTI dan Sinemart. Meski prestasi serupa juga pernah direngkuh Cinta Fitri pada 2009. Saat itu, Wisnu dan Shireen berhasil mengawinkan gelar aktor dan aktris favorit, bersama dengan sinetronnya sekaligus. Waaahh…..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemenangan Putri Yang Ditukar, sudah bisa diprediksi. Bagaimana tidak? Dari 5 nominasi untuk drama seri dalam PGA 2011, 4 diantaranya tayang di RCTI. Sudah barang tentu semuanya bikinan Sinemart. Hanya satu non-RCTI, yakni Cinta Fitri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, sebagai sinetron yang katanya ratingnya paling tinggi dari keempat nominasi yang berasal dari RCTI, tentu kans Putri Yang Ditukar amatlah besar. Cinta Fitri sudah pasti nyaris kalah, karena dikeroyok 4 nominasi (sinemart) lainnya. RCTI sebagai tuan rumah “abadi” untuk ajang PGA, tentu tak ingin tercoreng (lagi), jika sinetronnya sampai kalah dari Cinta Fitri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya sudah menjadi rahasia umum, RCTI sebagai stasiun tivi yang menyiarkan PGA, ikut “andil” dalam banyak segi dari ajang penghargaan ini. Mulai dari nominasi, sampai kepada pemenang. Lihat saja realitanya. Dari 16 pemenang untuk kategori program atau acara, separuh atau 8 pemenang, adalah acara milik RCTI!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain Putri Yang Ditukar (sinetron), ada program musik, yakni Dahsyat. Ada infotainment yaitu Silet. Juga ada acara anak-anak, dimana anak-anak menyanyikan lagu-lagu milik orang dewasa, Idola Cilik. Haaahhh…..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kemenangan Piala AFF 2010 dalam kategori pertandingan olahraga, memang wajar. Acara sepakbola ini membawa identitas bangsa. Yang kemudian mempopulerkan nama Irfan Bachdim, dan semakin melambungkan nama Cristian Gonzalez dan Firman Utina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan, di sesi pidato kemenangan atau winner speech, orang RCTI sampai berkata, jika rating Piala AFF ini, telah menjadi sejarah baru dalam dunia pertelevisian Indonesia. Bahkan sampai mengalahkan rating tayangan pertandingan Piala Dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi menurut saya, belum ada….. atau bahkan sulit rasanya….. untuk mengalahkan rekor dan sejarah yang berhasil ditorehkan Indosiar, dalam perhelatan konser Grand Final Akademi Fantasi Indosiar (AFI) musim kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tayangan yang on air pada 19 Juni 2004 itu, lebih dari 70 persen penonton Indonesia yang menyalakan tivi dari jam 8 hingga 12 malam, melihat Indosiar yang sedang menampilkan 3 akademia: Tia, Haikal, dan Micky, di konser puncak AFI 2. Konser ini juga diwarnai penampilan SBY dan Wiranto, yang turut bernyanyi di panggung, dimana kala itu menjelang pilpres langsung untuk pertama kalinya di Indonesia. Sip buat Indosiar!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lantas, yang patut “disorot” tentu 3 piala dari acara news yang dipunyai RCTI. Ada Seputar Indonesia untuk kategori berita. Lalu, ada talkshow berita Obama Eksklusif RCTI bersama Putra Nababan. Juga, ada Pulang Kampung Nih untuk kategori majalah berita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Seputar Indonesia, sangat….. dan amat, terpaksa saya mengakui kemenangan ini. Padahal, dalam kategori ini, ada Kabar Petang milik tv One, yang menurut saya lebih layak meraih piala PGA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan karena saya simpatisan Golkar atau grup Bakrie. Tapi lebih karena tv One, selalu berusaha menampilkan berita yang tak sekadar berita. Meski sangat kentara aspek keberpihakan dan kepentingan dalam berita-berita tv One, namun itu lebih baik. Media harus tegas dalam menunjukkan sikapnya. Bukan mengambang dan sebatas straight news, seperti yang disajikan Seputar Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan tentu, yang membuat saya tertawa galau adalah 2 piala untuk Pulang Kampung Nih, dan Obama Eksklusif Putra Nababan. Bagaimana bisa? Pulang Kampung Nih adalah acara yang dibuat RCTI hanya berdurasi 2 jam! Cuma on air saat Obama mampir ke Jakarta pada November lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin? Acara yang cuma berdurasi 2 jam, dapat menjadi favorit pemirsa, dimana waktu penilaian PGA adalah selama setahun penuh (2010)???&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi. Begitu juga dengan Obama Eksklusif Putra Nababan. Saya tak menampik prestasi besar seorang Nababan -yang juga meraih piala untuk presenter berita, mengalahkan selebritis jurnalis macam Tina Talisa dan Najwa Shihab- yang mampu menembus White House, untuk berbincang langsung dengan Obama. Presiden yang diagung-agungkan oleh banyak masyarakat awam Indonesia, yang padahal masih suka perang! Libya yang dibombardir NATO sekarang, menunjukkan siapa sebenarnya presiden Obama yang pernah makan sate dan bakso itu. Cuiihhhh…….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi saya, tak sepantasnya talkshow berita favorit, dialamatkan ke acara ini. Padahal, di kategori yang sama, ada “megasuper” Kick Andy, talkshow terbaik menurut saya, untuk saat ini. Yang membuat saya kecewa, bagaimana bisa? Acara talkshow Obama-Nababan yang hanya diputar pada Maret 2010, dapat mengalahkan rating Kick Andy, yang on air sepanjang tahun? Aneh…. benar-benar aneh!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari 16 piala PGA untuk kategori program, dimana 8 piala diraih oleh RCTI, praktis hanya ada 8 piala lainnya untuk stasiun tivi non RCTI. Sisa 8 ini, terbagi tidak rata untuk tivi-tivi lainnya. Satu piala untuk Antv. Trans7 menggondol 3 piala. TransTV meraih 2 piala. Dan SCTV memboyong 2 piala PGA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak merata bukan? Indosiar, Metro TV, tv One, Global TV, dan si baru MNC TV, tak kebagian sepeser pun. Paling mentok, tivi-tivi itu terhibur dengan gelar individu untuk presenter atau pembawa acara yang membawakan acara-acara mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada Super Family (Antv), wajah baru untuk program kuis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Trans7 dengan 3 piala. Ada Beauty and Aziz, wajah baru untuk acara talkshow hiburan. Mengalahkan dominasi Tukul dengan Bukan 4 Mata-nya. Ada juga wajah lama untuk tayangan komedi, Opera Van Java. Ditambah Galeri Sepakbola Indonesia, untuk jurnal olahraga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakak Trans7, TransTV, sukses meraih 2 piala. Indonesia Mencari Bakat -yang konon meniru konsep Got Talent, yang sudah dibeli secara resmi oleh Indosiar- menang untuk acara pencarian bakat. Satu lagi dari Ala Chef, untuk kategori travel, hobi, dan lifestyle. Tentu saja menang. Presenternya saja amat sangat menarik….. Farah Quinn, getoooooo????!!!!!!!!! This is it!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara SCTV, merenggut piala dari film tivi (ftv). Saya cukup yakin, ftv Six Million Dollar Man ditayangkan oleh SCTV. Karena saya pernah melihat, ada iklan untuk mencari dukungan bagi ftv ini, yang diputar oleh SCTV.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang terakhir, kategori reality show. Cukup mengejutkan. SCTV meraih piala lewat Uya Emang Kuya. Acara dengan bumbu hipnotis yang dibawakan Uya Kuya ini, sukses mengalahkan 3 pesaing berat dari TransTV. Yaitu: Termehek-mehek, Realigi, dan Jika Aku Menjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu pesaing lagi dari Indosiar, yakni Take Celebrity Out. Padahal, acara ini menurut saya lebih layak masuk kategori komedi. Walaupun versi “serius”-nya, Take Me Out Indonesia, meraih PGA di kategori reality show, pada edisi 2010 lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamat kembali menonton tivi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-6335799133089642627?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/6335799133089642627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2011/03/akhirnya-putri-yang-ditukar-menang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/6335799133089642627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/6335799133089642627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2011/03/akhirnya-putri-yang-ditukar-menang.html' title='Akhirnya Putri yang Ditukar Menang'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-2028256878007303424</id><published>2011-03-22T20:37:00.000+07:00</published><updated>2011-03-22T20:37:00.018+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kontraproduktif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pondok indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='laporan langsung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisma'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tol'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pantura'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='macet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng membawa hikmah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengalaman pribadi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komunikasi'/><title type='text'>Perjalanan dan Ikhtiar (Part.2 - Welcome to Jakarta!!!!!)</title><content type='html'>Setiap orang memiliki pilihannya masing-masing. Dan orang yang bersangkutan, wajib mempertanggungjawabkan pilihannya itu. Dari hal yang sifatnya rumit, hingga hal yang remeh-temeh. Salah satunya ini. Setiap orang berhak memilih acara kesukaannya. Televisi telah menyediakan puluhan channel tv untuk alternatif setiap pasang mata yang hendak menonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu juga denganku. Berhubung aku belum mempunyai tanggung jawab yang berkaitan dengan pekerjaan. Maka akan banyak kutemukan waktu luang di sepanjang hari-hariku. Lalu, jadilah aku menonton tv di sore dan malam hari. Saat bosan menonton berita yang isinya cuma bencana dan lemahnya sikap penguasa, kupindah channel ke acara hiburan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu hiburan yang tak bisa dihindari, tentu saja drama seri alias sinetron. Ada beberapa stasiun tv yang dari jam 5 sore, hingga jam 10 malam, slot acaranya diisi sinetron. Sinetron yang dihiasi wajah-wajah selebriti yang sedang jaya-jayanya di jagat hiburan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin orang akan mengira, sinetron yang kutonton pastilah, kalau tidak rcti, ya indosiar. Kadang-kadang memang benar. Sekali-kali, tak ada salahnya menonton Cinta Fitri atau Putri Yang Ditukar. Dua sinetron yang konon, berada di garda terdepan dalam hal rating dan share pemirsa. Apalagi, 2 sinetron ini, ditayangkan nyaris bersamaan. Tinggal, siapa yang lebih menarik perhatian. Shireen sungkar dengan wajah arabnya. Atau nikita willy dengan raut abg-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi suatu ketika, kebetulan aku tak memutar 2 sinetron itu. Perhatianku beralih ke sctv. Rasanya, sctv patut diacungi jempol. Drama seri atau sinetron yang ditawarkan sctv, tak hanya sekadar menghibur. Namun sekaligus BERISI. Tonton saja, Islam KTP. Juga, pesantren dan rock n roll. Meski sekilas 2 sinetron ini bertarget utama penonton Muslim, tapi dari segi cerita, saya kira semua kalangan bisa menontonnya. Sinetron ini hanyalah acara hiburan, walau pesan dakwah amat kentara disana-sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, aku menonton sebuah adegan yang ditampilkan dalam sinetron pesantren dan rock n roll. Disini, sang tokoh berujar. Jika kita ingin memperoleh jawaban dari Allah, maka kita harus bersujud. Bersimpuh kepada Allah. Namun, cuma Allah yang tahu. Apa dan bagaimana jawaban yang akan diberikan-Nya kepada kita. Yang jelas, bagaimana dan kapan Allah menjawab, itu adalah hak prerogatif-Nya. Kita hanya bisa berdoa, memohon, dan berusaha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu terpananya aku, dengan adegan ini. Lantas, akupun tersenyum. Wajarnya, sinetron yang seperti inilah, yang harusnya memperoleh rating dan share yang tinggi. Bukan sinetron kacangan dan mendayu-dayu, seperti sinetron: dia jantung hatiku (rcti).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar. Apa, bagaimana, dan kapan Allah menjawab doa kita, hanya Dia yang berhak memutuskan. Seperti kisah yang sebelumnya sudah kubagi, saat ini aku adalah pengacara. Pengacara: pengangguran yang berusaha mencari-cari acara. Agar terlihat sibuk dimata tetangga-tetangga yang usil dan iri J……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak putus-putus aku berikhtiar. Agar segera mendapatkan apa yang kuinginkan. Apa yang kucita-citakan. Yakni, pekerjaan yang sesuai. Akupun cukup tahu diri. Indeks prestasi tak seberapa tinggi. Skill pun, pas-pasan dan standar. Bahasa inggris, dari skor toefl terbaru, rasanya skill bahasa inggrisku tak meningkat signifikan. Skor yang rata-rata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awal 2011 ini, segala perhatian dan energi tercurah ke usaha untuk memperoleh pekerjaan. Pekerjaan yang bukan asal pekerjaan. Ibarat mencari pasangan, mencari pekerjaan pun, juga harus ada seninya. Karena profesi, nantinya akan berhubungan dengan karir. Maka, meski latar belakang kuliahku cukup fleksibel dalam hal pekerjaan, namun aku tetap selektif dalam mengirim aplikasi lamaran, heheeee………..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu perusahaan yang “beruntung” kulirik adalah bca finance. Jujur, aku tak begitu paham, apa dan bagaimana perusahaan finance atau leasing ini. Secara, background-ku adalah komunikasi. Aku lebih familiar dengan media, jurnalistik, pencitraan, jika dibandingkan keuangan, ekonomi, dan semacamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kudapat bca finance dari jobfair yang berlangsung di fakultas ekonomi, universitas brawijaya, pada 11 februari 2011. Setiap aku menaruh lamaran, harapanku cuma satu. Semoga ini jodohku, amin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama setelah jobfair berlangsung, aku ditelepon untuk mengikuti proses rekrutmen yang diadakan bca finance ini. Woow….. sekali lagi aku harus melakukan perjalanan ke utara, yaitu Surabaya. Akan kuceritakan detil, aku dihubungi pada 17 februari, untuk menjalani psikotes pada 22 februari 2011.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tes bca finance ini dilaksanakan di Universitas Airlangga kampus b, di jalan airlangga, Surabaya. Tepat pukul 8 pagi, aku telah sampai di gedung fakultas hukum, tempat berlangsungnya tes. Ternyata, cukup banyak peserta tes hari ini. Aku mengantre beberapa saat, dan kembali aku akan mengadu nasib.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tes di bca finance cukup banyak. Pertama dating, sudah disuruh menggambar orang dan pohon, seperti psikotes kebanyakan. Lalu, ada jeda pemaparan company profile. Kemudian rangkaian tes dilanjutkan kembali. Yakni diskusi kelompok, atau focus group discussion (fgd).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulai tahap fgd ini, berlaku sistem gugur. Bagi yang tak lolos, dipersilakan pulang. Sementara bagi yang lolos, lanjut untuk tahap selanjutnya. Alhamdulillah…. aku lanjut. Tes dilanjutkan dengan rangkaian psikotes. Cukup menguras energi dan membuat mata sepet. Apalagi tes menghitung cepat, fiuuhhh…..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alhamdulillah…. aku masih berjodoh dengan bca finance. Tahapan dilanjutkan dengan wawancara konsultan. Kala itu, hari sudah sore, bahkan menjelang maghrib. Hanya ada beberapa orang yang berhak mengikuti wawancara. Jauh bila dibandingkan dengan jumlah peserta tadi pagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengisi form calon pegawai, aku dipanggil untuk wawancara. Kebetulan, orang yang mewawancaraiku, adalah orang yang menilai dalam fgd yang kujalani sebelumnya. Sehingga aku tak terlalu deg-degan dalam proses face to face ini. Segala daya telah kulakukan. Niatku cuma satu, memberikan kesan terbaik, agar aku diperkenankan untuk mengikuti tahapan tes selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya telah digariskan oleh Allah. Dan kita, tinggal menjalaninya saja. Ikhtiar dan doa, sudah kuupayakan maksimal. Hanya tinggal menunggu takdir. Takdir yang dijatuhkan Allah dari langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jumat, 4 maret 2011. Sore-sore seperti ini, aku lebih suka tiduran di kamar. Tiba-tiba, handphone yang tak jauh dari kepalaku, berdering kencang. Akupun segera meraihnya, karena aku memang hanya tiduran, bukan tidur beneran. Nomor yang tak kuketahui. Siapa ya, batinku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuangkat. Dan…… hari itu mungkin akan menjadi salah satu hari yang akan kukenang. Bca finance mengabariku, aku harus interview panel di Jakarta. Benarkah?????!!!!!!!!!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, benar!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya. Finally. Tak bisa kupungkiri, aku adalah anak daerah. Mendengar kata Jakarta, akan timbul fantasi yang indah-indah. Meski aku juga menyadari, tak selamanya akan indah, hidup di ibukota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku harus menjalani interview panel pada selasa, 8 maret 2011. Tempatnya? Di gedung wisma bca pondoh indah lantai 7, Jakarta selatan. Empat hari lagi. Ya, itu cuma 4 hari lagi. Tak ada banyak waktu. Aku harus segera bersiap. Siapa tahu, jodohku di bca finance.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syukur……. adik dari ibu, alias om, ada yang berdomisili di Jakarta. Jadi aku punya jujugan jika sewaktu-waktu ada urusan di ibukota. Minggu siang, 6 maret, aku menggunakan bus malam dari terminal arjosari. Bus yang akan membawaku ke terminal rawamangun, terminal terdekat dari rumah om yang berada di kayu putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih begitu lekat di benakku. Raut-raut sumringah yang terbit di wajah bapak dan ibu. Mereka tentu senang, bila anaknya berhasil bekerja sesuai yang diingini. Terlebih aku. Sering aku berharap, untuk mengadu nasib ke Jakarta. Dan rupanya, Allah mengabulkan harapanku. Aku harus ke Jakarta, untuk melanjutkan ikhtiar menggapai bca finance.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, situasi di lapangan tak selamanya indah. Mungkin karena hari ini adalah senin. Pantura yang kulewati, tak jarang padat merayap. Harusnya aku sudah sampai di rawamangun paling telat jam 10 pagi. Namun karena macet di tegal, Cirebon, ditambah bus yang ganti ban di tengah perjalanan, membuat perjalanan ini nyaris sehari semalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bergantian, sms dari bapak, ibu, maupun om, masuk ke handphoneku. Menanyakan sudah sampai mana. Akupun hanya menjawab pasrah. Karena macet dan bus yang ganti ban, akhirnya baru sekitar setengah 2 siang, aku menginjakkan kaki di bumi ibukota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alhamdulillah….. om telah menyuruh asistennya untuk menjemputku di terminal rawamangun. Sampai juga di rumah beliau di daerah kayu putih. Benar-benar perjalanan sehari semalam. Kemarin, dari Malang aku berangkat sekitar jam 13.30 wib. Sekarang, di jam yang sama, pada senin 7 maret, aku kembali menghirup udara Jakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Welcome to Jakarta!!!!!!!!!!!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selasa, 8 maret 2011. Judgement day.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah ritual rutin warga Jakarta. Mungkin, tak berbeda jauh dengan warga kota atau daerah lainnya. Tetapi yang jelas berbeda adalah waktu. Setiap pagi, om bersama kedua putranya alias sepupuku, berangkat dari rumah jam 6 pagi. Para sepupu pergi ke sekolah, sementara om, tentu ke kantor. Kantor om memang cukup jauh dari rumah. Setahuku, berada di daerah kuningan. Huuffttt…..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini, aku mendapat jadwal interview pukul 14.30 wib. Agak siang. Namun, bukan berarti aku bisa lenggang kangkung bersantai ria. Awalnya aku hendak mencapai pondok indah sendiri. Tapi om tak membolehkanku. Takut aku nyasar di rimba beton yang bernama Jakarta ini, hahaaaa…….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Okelah. Aku manut om saja. Beliau sudah paham seluk-beluk ibukota. Jadi, setelah makan siang dan sholat dhuhur plus ashar (kujamak, karena takut tidak keburu, maklum….. kan sedang di perjalanan, heheheee), aku telah siap dengan pakaian terbaikku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar jam setengah 1 siang, aku telah berangkat. Kata tante, jalan di Jakarta tidak bisa diprediksi. Termasuk siang, jalan tetap ramai karena waktu makan siang para karyawan. Tante adalah guru smp. Tapi beliau mendapat jadwal mengajar pada siang hari. Jadi, setelah mengantarkan tante ke sekolahnya, barulah asisten om mengantarku ke pondok indah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan. Hujan deras dan berangin. Aku jadi waswas melewati jalan tol, dengan cuaca seperti ini. Rasa khawatir juga dikatakan mas asisten padaku. Menurutnya, jika hujan begini, maka tol akan macet. Tak jauh berbeda dengan jalan biasa. Waduuhh……..?!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi rupanya, ini hanyalah hujan lokal. Belum sampai keluar tol, hujan perlahan mereda. Dan, ketika keluar jalan tol, cuaca di Jakarta selatan cukup cerah. Bahkan amat cerah, dengan sengatan matahari khas dataran rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak berapa lama, mas asisten telah mengantarkanku ke tempat tujuan. Mobil berhenti di depan sebuah gedung yang……. megahhhhhhh. Megah menurut orang kampung sepertiku. Jarinya menunjuk ke sebuah tulisan besar: wisma bca pondok indah. Aku sudah sampai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bilang pada mas asisten, tidak usah dijemput. Mungkin aku pulang naik taksi. Mas asisten meninggalkanku, dan aku segera berjalan masuk ke gedung ini. Aku masuk dengan bergetar, mungkinkah jodoh pekerjaanku di sini? Di Jakarta? Apakah aku akan hijrah ke ibukota? Untuk mencari sesuap nasi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
To be continued………………………&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-2028256878007303424?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/2028256878007303424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2011/03/perjalanan-dan-ikhtiar-part2-welcome-to.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/2028256878007303424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/2028256878007303424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2011/03/perjalanan-dan-ikhtiar-part2-welcome-to.html' title='Perjalanan dan Ikhtiar (Part.2 - Welcome to Jakarta!!!!!)'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-4047214174735616493</id><published>2011-03-17T10:32:00.004+07:00</published><updated>2011-03-17T11:58:22.347+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='surabaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kontraproduktif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='laporan langsung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng membawa hikmah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemanusiaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengalaman pribadi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taksi'/><title type='text'>Perjalanan dan Ikhtiar  (Part.1)</title><content type='html'>Alhamdulillah. Tanganku masih tergerak untuk menekan keyboard yang tertera huruf-huruf. Rasanya, sudah lama aku tak melakukan ritual ini. Ritual yang sungguh asyik harusnya. Yakni, memfokuskan diri untuk menulis. Ya, sudah lama memang. Setidaknya untuk 2011 ini. Mulai awal tahun hingga detik ini pun, aku masih disibukkan dalam kaitan upaya untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Mencari kerja.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Namun, rupanya aku tak boleh melupakan waktu untuk menulis. Saat ini, aku harus memaksa diri, tenggelam diantara belantara ingatan. Dan mengabadikan segala pengalaman yang bisa diabadikan. Tujuannya cuma satu. Kelak, aku berharap, agar anakku tahu, kalau ayahnya bisa meninggalkan sesuatu, yang nilainya lebih dari sekadar harta. Semoga.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Perjalanan hidup memang misteri. Tak ada yang tahu, apa yang hendak terjadi selanjutnya. Ini, adalah hak prerogatif dari Sang Maha Memutuskan. Tiba-tiba, aku teringat dengan kisah legenda, sekaligus fenomenal. Dongeng antah-berantah, dengan tokoh utama bernama Fahri. Tentu kau sudah bisa menebak. Kisah ayat-ayat cinta, karangan Habiburrahman El Shirazy.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Fahri dicintai setidaknya oleh 4 wanita. Namun, ia harus memilih. Dan Fahri memilih 2 diantaranya. Bagiku, dongeng Fahri ini sangat membekas. Bukan karena “keistimewaan”-nya, sehingga dikelilingi wanita-wanita cantik dan kaya. Tapi perjalanan hidupnya di negeri bekas Husni Mobarak, Mesir.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Begitu cepat nasib kita berubah.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Ya. Hidup seperti roda yang berputar. Hmm.... kalimat yang kusebut terakhir, amatlah klise. Tapi.... aku benar-benar merasakannya sekarang. Memang seolah roda yang menggelinding. Aku tak tahu, roda ini akan berjalan kemana, karena hanya sang kusir yang mengetahui. Serta, namanya saja roda. Pasti bulat. Bundar. Kadang bisa berada diatas, tetapi.... ada saatnya akan berada dibawah.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Bagi orang awam dan konvensional sepertiku, lulus kuliah adalah sebuah kebanggaan. Beruntung, aku termasuk sedikit pemuda di Indonesia, yang bisa mengenyam pendidikan hingga setidaknya sarjana. Padahal, begitu banyak pemuda seusiaku, yang sebenarnya juga ingin merasakan bangku kuliah. Tapi nyatanya, mereka hanya berkutat di dunia, yang mungkin tak sebelah matapun akan kita lihat.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Menjadi loper koran, pedagang kaki lima, kernet atau sopir angkot atau kopaja, kuli murah di Malaysia atau Bahrain, bahkan hanya luntang-lantung... keluar masuk gang Dolly.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Aku. Pemuda tanggung berumur 20 tahunan. Lulus kuliah medio Agustus 2010. Wisuda akhir Oktober 2010. Kemudian..... ya mencari pekerjaan, sembari terus memupuk semangat, kelak, tulisanku bisa dibaca oleh jutaan orang di luar sana. Entahlah. Apa aku bisa menggapai ambisi ini.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Iklan lowongan kerja tak pernah luput dari perhatianku. Tak terhitung, berapa ratus jam aku tenggelam dalam lautan lowongan kerja. Lowongan di koran. Di situs-situs internet. Juga job placement center di mantan kampus. Fuiiihhhh,,,,, kalau boleh mengeluh: sungguh capek mencari kerja!!!!!!!&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Bukannya aku tak berusaha. Namun rupanya, tahun 2010 yang hanya menyisakan 2 bulan terakhir sejak aku diwisuda, bukanlah waktu yang tepat bagiku untuk bekerja.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Melamar via kantor pos. Lewat email. Lewat facebook. Bahkan mengikuti jobfair. Tapi rezekiku belum datang di tahun 2010 lalu. Ketika pergantian tahun hijriah maupun tahun konvensional, dari 2010 ke 2011, harapanku cuma satu. Agar aku dibukakan pintu rahmat, kenikmatan berupa pekerjaan yang terbaik untukku. Amin.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;***&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;2011. Tahun harapan.... dan kejutan. Kakak kandungku satu-satunya, sedang menikmati libur tahun barunya di rumah. Dia, salah satu orang yang menginspirasi dan kerap memotivasiku. Saudara seayah seibu satu-satunya, dan dia telah mapan. Perusahaan kontraktor milik salah satu orang yang pernah berkuasa di negeri ini, yang bertempat di Bogor, bersedia mengambilnya sebagai karyawan.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Sedangkan aku???&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Belum turun rezekinya. Itu yang selalu didengungkan oleh orang-orang yang berusaha berempati terhadapku. Ok!!!&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Seorang teman, pernah berkata padaku.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;Hijrah, Jo. Hijrah.&lt;/i&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Hijrah. Pindah. Ya, seperti yang dilakukan Nabi Muhammad dan pengikutnya, atas petunjuk dari Allah. Hijrah memang harus dilakukan, untuk menuju keadaan yang lebih baik.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Aku tak boleh terbuai dengan kenyamanan di Malang. Aku harus keluar dari Malang. Mungkin itu maksudnya. Baik. Dengan segala tekad dan niat yang kuat, di awal 2011, aku mencoba mengikuti jobfair di Surabaya.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Kuakui, jobfair ini kurang berhasil. Nyatanya, tak ada satupun pekerjaan yang berhasil kujaring dari ikhtiar kali ini. Paling mentok, wawancara tahap akhir. Dan aku harus mengakui kelebihan orang lain. Dimana mereka yang akhirnya diterima kerja. Sementara aku, tetap menunggu di pojokan. Menunggu sesuatu yang tak pernah pasti.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Jalan lain harus ditempuh. Sampailah pada lowongan kerja yang diadakan sebuah bumn. Bumn yang mempunyai slogan: mengatasi masalah tanpa masalah. Belakangan kutahu, slogan ini sudah diganti menjadi: bersama kerabat menggapai cita.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Namanya saja bumn. Jadwal demi jadwal dalam proses rekrutmen pegawai baru, selalu terjadi tepat waktu. Di bulan Januari 2011, beberapa kali aku mengunjungi Surabaya untuk mengadu nasib. Berangkat subuh melalui terminal Arjosari, dan menumpang bus kota, mikrolet, atau taksi (untuk menghemat waktu), perlahan menjadi hal yang biasa, untuk menerobos rimba semi beton yang bernama Surabaya.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Total, hanya dalam Januari 2011 saja, aku bolak-balik sebanyak 7 kali Malang-Surabaya. Pertama, ketika aku mengikuti sebuah jobfair di jalan basuki rahmat tanggal 5. Kedua, mengikuti tes di sebuah perusahaan makanan terkenal, tanggal 7. Lalu secara berurutan sebanyak 3 kali, aku mengikuti tes di bumn yang kumaksudkan dimuka. Tepatnya pada tanggal 18, 22, dan 24.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Itupun masih ditambah perjalanan di tanggal 27, dimana aku mengikuti tes di its sukolilo. Plus di tanggal 28, dimana aku dipanggil interview final oleh perusahaan makanan, yang tes awalnya pada tanggal 7 lalu. Tetapi sayang, di tahap akhir ini, aku tereliminasi. Dari 6 orang tersisa, hanya 2 yang disodori kontrak.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;***&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Aku cuma ingin menjadikan tulisan kali ini, sebagai kenang-kenangan atas pengalaman yang kualami pada perjalananku yang ke-5 di bulan Januari itu. Yakni perjalanan di tanggal 24 januari 2011. Perjalanan yang menguras adrenalin.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Hari itu adalah senin. Namun karena sudah lama aku tak memiliki kegiatan rutin di pagi hari, aku salah strategi dalam menjalani tes di hari itu. Aku memang memperoleh jadwal tes kurang lebih jam 10.30 siang. Masih banyak waktu, gumamku dalam hati. Maka, dari Malang aku berangkat tak se-mruput sebelumnya. Seingatku, jam menunjukkan pukul 6.30 tatkala aku sudah berada di dalam bus yang penuh sesak.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Rupanya aku salah perhitungan. Dan akibatnya sungguh fatal!&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Hari ini adalah senin. Bodohnya diriku. Malang-Surabaya tak akan pernah lancar lagi semenjak adanya luapan lumpur lapindo. Menjelang daerah Siring, dimana lumpur berada, macetnya jalan raya porong, bukan maiiiiinnnnnn!!!!!&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Tak terhitung celetukan nyaris semua penumpang di dalam bus, yang intinya cuma satu: saya akan terlambat sampai kantor!&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Sementara aku? Jujur, aku tak terlalu risau seperti penumpang lainnya. Karena jadwalku baru jam 10.30 nanti. Aku masih dalam taraf calon pegawai (aminnn!!!!!). Tak seperti lainnya yang sudah menjadi pegawai. Dan terlambat adalah bencana. Apalagi ini hari senin.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Tiba-tiba, bus antarkota yang kutumpangi, memutuskan untuk tidak melewati jalan raya porong, dimana nanti akan menembus ke tol Surabaya-Gempol. Tetapi berbelok ke arah kiri, di pertigaan Kejapanan. Kejapanan yang kemudian ngetop lantaran penyanyi lokalnya, Inul Daratista, bisa sukses di ibukota dengan kontroversial.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Intinya, bus tak ingin terjebak di dalam kemacetan di area lumpur porong. Kru bus lebih memilih jalur alternatif ke arah barat. Arah yang menurutku memutar cukup jauh dari jalan ketika kondisi normal. Sekaligus memakan waktu cukup banyak.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Di sinilah, kemudian aku tertular rasa waswas, seperti penumpang bus lainnya. Arloji telah menunjuk pukul 9. Dan aku masih berada di dalam bus, yang aku tak tahu kapan akan sampai ke terminal Bungurasih.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Bibir tak lagi dapat tersenyum simpul. Pandangan mata terus tertuju ke luar jendela bus. Sedikit-sedikit menyibak pergelangan jaket, dan melihat jarum jam di arloji.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Sial!!!! Di saat genting seperti ini, kenapa rasanya jarum ini seperti berlari??? Berputar begitu cepat, dan waktu telah menunjuk pukul 9.30, serta belum ada tanda-tanda terminal Bungur dekat di mata.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Uhh.... dadaku begitu sesak, mengingat jadwal tes yang tak sampai satu jam lagi. Padahal, perjalanan masih jauh, gerutuku dalam hati.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Sampai juga di terminal yang aslinya bernama Purabaya ini. Baiklah. Keputusan tepat, cermat, dan cepat, harus kuambil dalam jangka waktu semenit. Isi dompetpun harus turun tangan. Sejurus kemudian aku telah berada di dalam sebuah taksi yang mengantarku ke jalan mayjen sungkono.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Benar-benar perjuangan. Aku sampai tak pilih-pilih taksi. Taksi yang membawaku dari terminal Bungur ke tempat tes, adalah taksi yang super duper menyedihkan. Dia adalah taksi lama. Dengan mobil sedan keluaran tahun 80an. Dan yang tak akan pernah kulupakan, tak ada pendingin udara di dalam taksi ini?!! Entah pak sopir lupa menyalakan AC, atau memang rusak dan tak perlu diharapkan.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Yang jelas, aku tak lagi memedulikan betapa derasnya keringat yang mengucur di sekujur tubuh, ketika di dalam taksi, yang lebih mirip oven ini. Tujuanku cuma satu. Tak datang terlambat di tempat tes.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Alhamdulillah.... meski selembar 50 ribu harus melayang ke taksi kenangan ini, namun aku datang dengan selamat di tempat tes. Yang lebih menggembirakan, dari tes yang kujalani ini, aku berhasil lolos. Meski pada akhirnya, bukan bumn ini jodohku. Mungkin jodohku di kesempatan mendatang. Who knows.....???&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
To be continued.........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-4047214174735616493?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/4047214174735616493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2011/03/perjalanan-dan-ikhtiar-part1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/4047214174735616493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/4047214174735616493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2011/03/perjalanan-dan-ikhtiar-part1.html' title='Perjalanan dan Ikhtiar  (Part.1)'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-5700247590624895876</id><published>2010-12-19T16:09:00.002+07:00</published><updated>2010-12-19T16:29:15.454+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini pribadi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng membawa hikmah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tv one'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metro tv'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komunikasi'/><title type='text'>Honor Pertama</title><content type='html'>Pengumuman Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) 2006 menjadi momen yang pantang kulupakan. Kusebut diriku amat konvensional. Karena bagiku, menembus SPMB berarti sebuah prestasi. Prestasi sekaligus kebanggaan. Tentu saja, lolos SPMB masih menjadi salah satu harapan tertinggi bagi seorang lulusan SMA seperti aku, kala itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjejakkan kaki di perguruan tinggi negeri adalah sebuah impian, yang rupanya menjadi kenyataan. Seolah melayang jauh ke awang-awang, ketika mendapati nama lengkapku tertera di papan pengumuman SPMB di salah satu universitas di Malang. Ya, aku mendapatkannya, pekikku girang dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berhasil menuntut ilmu di universitas negeri memang sebuah kebanggaan. Itu yang kumaksud dengan konvensional. Masih kuingat mimik sendu bercampur haru di raut bapak ibuku, saat mengetahui anaknya menjadi salah satu yang beruntung bisa menembus ketatnya ujian SPMB. Karena SPMB identik dengan biaya masuk kuliah yang masih cukup terjangkau, kala itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yap, kujalani kuliah dengan penuh sukacita. Berharap ikhtiar menuntut ilmu ini bisa meningkatkan derajat kualitas hidup. Baik diriku, maupun keluargaku. Akupun mulai mengenal, bagaimana dunia mahasiswa. Mahasiswa, sebuah istilah yang mulai kukenal sejak reformasi bergulir pada 1998. Tahun dimana aku masih kelas 4 sekolah dasar. Mahasiswa, identik dengan tugas-tugas yang menumpuk dan sering pulang terlambat ke rumah. Seperti yang kuamati dari kakakku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang giliranku. Menjadi seorang mahasiswa. Akupun mulai memahami, betapa bervariasinya seseorang yang bergelar mahasiswa ini. Ada mahasiswa yang begitu getol dalam proses perkuliahan. Sehari-hari golongan ini tak pernah luput ke perpustakaan, atau selalu yang terdepan dalam urusan akademis. Tak salah lagi, indeks prestasi mereka sangat melejit. Calon cumlaude, batinku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada juga tipe mahasiswa yang kelihatannya menganggap kuliah cuma sebagai selingan. Mereka lebih sering berada di kantin sambil nongkrong-nongkrong, ketimbang mengikuti ceramah dosen di kelas. Entah bagaimana perasaan orangtua mereka, mendapati anaknya hanya berleha-leha ria, tanpa ada perjuangan di dalam kampus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau, mahasiswa yang sangat aktif dalam merespon setiap isu atau peristiwa yang sedang terjadi. Aku juga menemukan rekan-rekan seperti ini. Mereka memang setiap hari datang ke kampus. Namun keseharian mereka diisi dengan berbagai aksi unjuk rasa. Baik itu mengkritisi soal tarif parkir di area kampus, hingga masalah besar seperti kenaikan harga BBM.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjadi bertanya-tanya dalam hati. Aku termasuk ke dalam tipikal mahasiswa yang seperti apa? Mahasiswa yang bagaimana? Kuikuti saja hati nurani ini berkata. Di fakultasku, terdapat sebuah kelompok peminat tulis-menulis. Writing Club namanya. Inilah organisasi pertama yang kuikuti sejak aku menjadi mahasiswa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harus kuakui, aku bukanlah tipikal mahasiswa yang terdepan dalam hal akademis. Juga, aku tak begitu tertarik untuk terjun di dunia aktivis. Aktivis yang kadang terombang-ambing dalam kepentingan semu dunia politik, yang sepertinya telah merambah bebas di dalam kampus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lantas? Lebih baik aku menyibukkan diri dengan kegiatan yang mungkin bisa kuasah. Salah satunya dengan bergiat di writing club ini. Menulis, aktivitas ini menjadi alternatif yang amat menarik dimataku. Aku memang orang yang belum terbiasa untuk menyampaikan pemikiran dengan lisan. Maka, dengan menulis aku bisa menyalurkan segala uneg-uneg yang menyembul di benak dan hatiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pena lebih tajam daripada pisau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ungkapan diatas merupakan satu diantara sekian banyak motivasi yang kudapat, setelah aku bergelut dengan dunia tulis-menulis. Bagiku, menulis bisa menjadi ajang berekspresi. Tak kalah dengan rekan-rekanku yang lebih memilih berdemonstrasi untuk menyampaikan pendapatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku harus selangkah lebih maju. Sangat disayangkan jika segala buah pikiranku hanya tersimpan di harddisk komputer. Orang lain tak akan pernah tahu, pikiran dan pendapatku akan sesuatu. Maka, aku perlu memanfaatkan media massa di sekeliling untuk membantuku mengatakan kepada dunia, bisik hati kecilku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baiklah. Kucoba dengan serius menulis sebuah opini. Kukirim ke salah satu harian lokal yang beredar di Malang. Sehari, dua hari, belum ada kabar. Ahh.... mungkin tulisanku masih perlu diperbaiki. Belum layak muat, batinku membesarkan hati. Kecewa. Rasa ini yang dominan menghinggapiku, setelah sebulan lamanya tulisanku tak ada kabarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masih harus sering berlatih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih kujalani aktivitas perkuliahan seperti biasa, sembari terus menulis dan mencoba mengirimkannya ke koran-koran. Kumanfaatkan perpustakaan daerah yang ada di Malang, untuk menopang referensi bahan kuliah. Di suatu hari, aku tertarik untuk membaca-baca koran yang selalu disediakan di lobi perpustakaan tersebut. Ada banyak koran yang disediakan untuk pengunjung. Tak hanya koran lokal, tetapi aku juga mendapati beberapa koran nasional yang berbasis di Jakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada satu yang menarik perhatian. Seputar Indonesia. Sejenak, aku menghubungkannya dengan sebuah program berita di salah satu stasiun teve. Kubuka lembar-lembarnya. Ouchh....!!! Mataku terpaku pada halaman opini koran ini. Ada rubrik di halaman opini yang membuatku melotot. Suara Mahasiswa, nama rubriknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kubaca sekilas opini yang sedang dimuat pada rubrik Suara Mahasiswa ini. Di dalamnya juga tercantum nama dan almamater mahasiswa si pengisi rubrik. Yang membuatku semakin excited, rubrik ini dikhususkan untuk penulis dari kalangan mahasiswa, sesuai judul rubriknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wow...! Tak bisa dipungkiri, honor menjadi salah satu motivasiku dalam setiap ikhtiar mengirim tulisan. Meski jumlahnya tak seberapa, namun akan muncul kebanggaan tersendiri, bila berhasil mendapatkan rupiah dari hasil “keringat” sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masih ingat betul. Mei 2008 adalah masa yang mungkin sulit dilalui oleh presiden SBY. Kala itu, harga minyak mentah di pasar dunia sedang melonjak drastis. Membuat segala perencanaan menjadi amburadul. Dan salah satu cara untuk mengurangi keamburadulan itu, mau tak mau pemerintah harus menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak pelak, di Jakarta terjadi bentrokan cukup dahsyat antara mahasiswa sebuah universitas dengan aparat keamanan. Bahkan, sempat terjadi penangkapan puluhan mahasiswa dari universitas bersangkutan, yang dinilai mengganggu ketertiban umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai sesama mahasiswa, sekaligus rakyat biasa pengguna BBM, aku menyayangkan peristiwa itu. Kutulis reaksi dan pemikiranku atas peristiwa tersebut. Kembali aku mencoba mengirimkannya ke koran. Motivasiku tak semata honor. Bagiku mengutarakan opini tak harus melalui aksi demo yang berujung anarki. Mengirim opini yang kemudian bisa dimuat, menurutku juga termasuk upaya untuk menyampaikan pendapat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini aku memilih Seputar Indonesia sebagai labuhan tulisanku. Semoga beruntung, harapku. Dan rupanya doaku terkabul. Selang tiga hari sejak aku mengirimkan opiniku tersebut, aku mengalami peristiwa yang begitu mengguncang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari Kamis, tanggal 29 Mei 2008, akan menjadi salah satu momen bersejarah dalam hidupku. Untuk pertama kalinya, tulisanku dimuat di harian nasional!!!!&lt;br /&gt;
It was great! Seputar Indonesia memilih opiniku yang berjudul “Demonstrasi dan Gerakan Mahasiswa” untuk mengisi rubrik suara mahasiswa, di edisi yang juga genap dua tahun tragedi semburan lumpur Lapindo itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingin rasanya aku bersorak girang, ketika pegawai Seputar Indonesia menghubungiku via ponsel. Memastikan nomor rekening bank untuk kemudahan transfer honor. Alhamdulillah..... rezeki memang tak kemana. Allah mendatangkan berkah melalui jalan yang benar-benar tak kusangka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahagia rasanya, mendapati tulisanku yang termuat di halaman sebuah koran berskala nasional. Sampai sekarang, aku masih menyimpan Seputar Indonesia edisi 29 Mei 2008 tersebut. Buah pikiranku yang termuat di dalamnya, sering kugunakan untuk mencambukku agar berusaha lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biodata singkat penulis:&lt;br /&gt;
Johar Dwiaji Putra, lahir di Blitar, 28 November 1987. Alumnus Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Brawijaya. Menyukai senja, film bertema sejarah, dan mengomentari berbagai berita yang dimuat di media massa. Penggemar tahu telor, pecel, dan cokelat. Masih belajar menulis. Beberapa tulisan dimuat di harian lokal dan nasional. Cerpennya berjudul Adzan, tergabung dalam antologi pemenang dan nominator lomba cipta cerpen BEM STAIN Purwokerto berjudul Rendezvous di Tepi Serayu (Obsesi Press bekerjasama dengan Grafindo Litera Media, 2009). &lt;br /&gt;
Saat ini ia tinggal di Jl. Teluk Banyu Biru 17 Arjosari, Malang 65126. Bisa dihubungi via ponsel: 085649940856. Email/facebook: commubmlg_jojo@yahoo.co.id. Blog: www.joejoehiphiphura17.blogdetik.com / www.joejoehiphiphura.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-5700247590624895876?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/5700247590624895876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2010/12/honor-pertama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/5700247590624895876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/5700247590624895876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2010/12/honor-pertama.html' title='Honor Pertama'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-5088631571870000281</id><published>2010-11-14T18:00:00.000+07:00</published><updated>2010-11-14T18:00:40.895+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini pribadi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng membawa hikmah'/><title type='text'>TANPA JUDUL - UNTITLED</title><content type='html'>Aku sedang menulis di laptop. Ya, laptop. Laptop yang belum sebulan umurnya. Tak terasa, tahun 2009 ini telah berjalan kurang lebih sebulan. Waktu dengan cepat terus berlari. Seakan dikejar-kejar sekawanan anjing yang kelaparan. Anjing-anjing berkutu yang menampakkan taring-taringnya. Dan mulutnya yang dihiasi lendir-lendir air liur yang menjijikkan.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Padahal, sepertinya, aku masih mencium rasa bagaimana aku melihat kembali film Get Married yang diputar di tv saat malam tahun baru silam. Malam dimana katanya tahun 2008 berganti menjadi 2009. Masih juga kuingat, bahwa dimalam itu, bau-bauan mercon dan petasan menghiasi petala langit. Menandakan bahwa tahun baru telah datang. Diiringi berbagai kembang api yang membuat malam layaknya siang hari yang bertabur cahaya kemilauan.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Aku tak tahu ada apa dibalik misteri waktu. Yang jelas, di tanggal 1 Februari 2009 ini, aku telah merasakan bila satu bulan telah terlewati di tahun yang baru. Tak terasa, ya??? Padahal, jika ingin jujur, aku masih ingin untuk terus menapaki bulan Januari. Karena bulan ini dikenal sebagai bulan penuh keceriaan. Bulan penuh kejutan. Bulan mengisi energi untuk setahun kedepan. Dan bulan yang dipenuhi mimpi-mimpi indah, yang harus diwujudkan selama setahun berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Tetapi apa mau dikata. Nasi sudah lama menjadi bubur lembek. Mungkin inilah kelalaian dari makhluk yang bernama manusia. Karena kemalasan dan kebodohannya, mereka lantas tidak memahami, bahwa sehari semalam cuma 24 jam. Tidak kurang dan tidak lebih.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Aku jadi teringat salah satu buku yang sedang kubaca sekarang. Yakni novel religi berjudul “Syahadat Cinta”, karya Taufiqurrahman al Azizy. Di novel itu pernah disebutkan, ada polemik yang membicarakan tentang pendapat dan anggapan banyak orang, bila hari Jumat itu hari yang pendek. Dan aku sangat setuju dengan penulis novel tersebut. Bahwa Jumat tak ada bedanya dengan hari-hari lainnya. Karena Allah SWT telah menggariskan dengan begitu indah, bila sehari semalam adalah 24 jam. Tidak kurang dan tidak lebih.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Ah... waktu. Tetapi, kali ini, aku hanya ingin menulis. Menulis sesuai dengan jalan pikiran yang sedang bekerja di benakku. Untuk sejenak, aku ingin melepaskan rasa ingin kencing di bagian lain tubuhku. Dan tidak menengok tumpukan karya-karya sastraku yang banyak yang belum selesai. Aku tidak ingin seperti orang yang dikejar dengan deadline. Aku mau bekerja, lebih tepatnya menulis, sesuai kehendak hati dan jiwaku. Itu saja.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Perihal laptop, sudah kali kesekian aku menyalakan barang amanah yang belum genap berumur sebulan ini. Yang pasti, laptop ini sudah lebih dari sepuluh kali kunyalakan. Bahkan, dengan benda yang menjadi kesayanganku sekarang ini, aku telah berhasil menelurkan satu cerpen. Cerpen yang merupakan karya sastra pertamaku di 2009 ini. Sebuah cerpen yang berdurasi kurang lebih sepuluh halaman. Dengan judul awal: gendang bergetar, tetapi kurevisi menjadi DHOG DHOG.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Ya, karena cerpen ini kudedikasikan untuk keadaan yang kurasakan di rumahku sekarang. Yakni teror yang dilakukan oleh rumah sebelah milik si tuan rektor yang terhormat yang sedang dipugar. Tidak hanya aku, tetapi kedua orangtuaku juga amat jengkel dan terganggu dengan rumah yang dipugar tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Entah mengapa, setiap aku menemukan ide untuk cerpen yang kurasa begitu cemerlang. Tetapi ketika sedang kueksekusi, kok jadi terlihat tidak asyik, ya...??!!! Jadi tidak sesuai dengan ekspektasi. Tidak sesuai dengan harapan agar sebuah karya sastra, bisa berdimensi filmik. Sudahlah. Takdir.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Diiringi bunyi deras hujan dan suara berisik dari tetangga, aku menumpahkan segala apa yang ingin kutulis ini. Seperti diari mungkin. Tetapi, semoga kesempatan kali ini, bisa kugunakan untuk mengasah kemampuanku dalam menulis. Semoga aku dapat memisahkan, mana yang menulis berita, mana yang opini, dan mana yang fiksi (baca: sastra). Yaitu, tidak mencampur-adukkannya dalam satu bentuk tulisan. &lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Tidak ingin kan...??? Tragedi JMC terulang...??!!! Kurasa engkau sudah tahu jawabannya. Biarlah burung-burung yang akan menjawabnya. Biarlah ilalang-ilalang bergoyang yang membantumu menemukan jawabannya. Jawabannya pasti terkuak jika kau tidak melewatkan begitu saja, setiap desir angin yang menepismu, membelaimu penuh mesra. Atau aku harus menemukan jawabannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malang, 1 Februari 2009&lt;br /&gt;
15.54 WIB&lt;br /&gt;
Dengan sedikit perubahan pada 23 Februari 2009, 19.53 WIB&lt;br /&gt;
Dan baru diposting hari ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-5088631571870000281?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/5088631571870000281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2010/11/tanpa-judul-untitled.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/5088631571870000281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/5088631571870000281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2010/11/tanpa-judul-untitled.html' title='TANPA JUDUL - UNTITLED'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-5012394826388002974</id><published>2010-11-03T16:37:00.000+07:00</published><updated>2010-11-03T16:37:55.458+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lomba penulisan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komunikasi'/><title type='text'>Jakartabeat Music Writing Contest I - 2010</title><content type='html'>Jakartabeat Music Writing Contest I - 2010&lt;br /&gt;
“Wajah Musik Indonesia”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak era Bing Slamet yang membius para penggemar hingga era kelompok-kelompok indie yang menggebrak, musik Indonesia senantiasa menyajikan serpihan-serpihan  fenomena yang memikat untuk dicatat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jakartabeat.net mengundang rekan-rekan mahasiswa di seluruh Indonesia untuk mengikuti kompetisi menulis musik yang baru pertama kali diadakan ini, untuk turut memberi kontribusi pada peningkatan keragaman jurnalisme musik di Tanah Air, pun pada perkembangan musik Indonesia itu sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang bisa ditulis? Bisa tentang musisi, kelompok musik, perusahaan rekaman, album musik, produser, lirik lagu, radio yang mendedikasikan diri pada musik tertentu, komunitas fans genre tertentu, tentang toko musik/kaset/CD/piringan hitam legendaris di tempat Anda tinggal, komunitas indie di kota masing-masing, konser musik, hubungan politik dengan musik, dan lain-lain.  Apa saja, sejauh terkait dengan musik Indonesia, dari seluruh ragam genre dan lintas waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jakartabeat Music Writing Contest I juga bertujuan mengembangkan jurnalisme musik Indonesia pada teritori baru, melampaui pemahaman dan praktik jurnalisme musik yang hanya menyampaikan facts dan who’s who.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan sedapat mungkin mengikuti gaya tulisan Jakartabeat.net yang menekankan penulisan esai/feature, mengekspresikan pengalaman dan kecintaan pada musik, serta segala aspeknya. Peserta dipersilakan mengeksplorasi tulisan-tulisan, tidak terbatas di rubrik musik, di http://www.jakartabeat.net&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KETENTUAN LOMBA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peserta akan mengirimkan dua file: file pertama adalah tulisan yang hendak diikutkan dalam lomba dan file kedua adalah curriculum vitae (CV).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketentuan Peserta&lt;br /&gt;
Mahasiswa program Strata 1 atau Diploma di kampus mana pun di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketentuan Penulisan Naskah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan diketik rapi, 1,5 spasi pada halaman kwarto, dengan font Times New Roman berukuran 11. Panjang tulisan minimal 5 halaman dan maksimal 8 halaman. Di pojok kiri atas, tuliskan nama dan nama kampus Anda. Setiap peserta hanya bisa mengirimkan satu naskah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketentuan Penulisan CV&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maksimum panjang CV adalah 1 halaman kwarto. Tiga informasi utama yang harus dicantumkan adalah nama lengkap, data kelahiran, dan alamat lengkap. Sertakan informasi pengalaman organisasi mahasiswa dan pengalaman menulis di media apapun (bila sudah pernah, namun ini bukan syarat utama untuk ikut serta dalam Jakartabeat Music Writing Contest). Di bagian bawah CV, tuliskan komentar pendek satu atau dua paragraf yang memuat pandangan Anda tentang perkembangan jurnalisme musik di Indonesia. Cantumkan pula alamat blog pribadi Anda, bila ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketentuan Penamaan dan Pengiriman File&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua file diketik dengan program Microsoft Word Document dan disimpan dalam format rtf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama file ditentukan sebagai berikut: nama Anda-“judul naskah” dan nama Anda-CV.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh: Agus Lirboyo-“Iwan Fals: Kelahiran Baru Setelah Kematian Sang Anak” dan Agus Lirboyo-CV.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
File dikirimkan via email, paling lambat diterima pada 5 Januari 2011, pukul 17.00 WIB.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kolom subject email Anda, tuliskan "Jakartabeat Music Writing Contest I". File dikirimkan ke alamat email:  nuran@jakartabeat.net dengan cc ke  fakhri@jakartabeat.net &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Informasi lebih jauh bisa diperoleh melalui dua email di atas. Setelah pemenang diumumkan, tidak diadakan surat menyurat. Update lain mengenai kontes menulis ini selain melalui website juga bisa diikuti melalui twitter id: jakartabeat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penghargaan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga pemenang terbaik akan diumumkan di Jakartabeat.net pada 31 Januari 2011.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Pemenang I memperoleh Rp 3 juta.&lt;br /&gt;
* pemenang II memperoleh Rp 2 juta.&lt;br /&gt;
* Pemenang III memperoleh Rp 1 juta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga pemenang juga akan bergabung menjadi kontributor Jakartabeat.net.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh naskah yang masuk menjadi milik redaksi Jakartabeat.net dan memiliki kemungkinan dimuat di Jakartabeat.net. Peserta yang naskahnya dimuat di Jakartabeat.net setelah lomba usai akan diberi tahu via e-mail.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keputusan dewan juri adalah final dan tidak dapat diganggu-gugat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentang Jakartabeat Music Writing Contest I&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jakartabeat Music Writing Contest I ini diselenggarakan untuk merayakan ulang tahun kedua Jakartabeat.net, online magazine tentang musik, buku, film dan ide-ide humaniora, yang jatuh pada 18 Januari 2011. Music Writing Contest direncanakan akan menjadi kegiatan rutin tahunan Jakartabeat.net.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kompetisi ini diselenggarakan berkat kerja sama Jakartabeat.net dengan Yayasan Interseksi. Hingga hari ini, Jakartabeat.net adalah media online volunteer, di mana para kontributor menulis sukarela tanpa imbalan. Kecintaan pada musik dan music writing, minat pada ide-ide humaniora, dan dorongan berbagi adalah motivasi para kontributor Jakartabeat.net dalam menulis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yayasan Interseksi adalah yayasan non-profit yang memfokuskan diri pada kajian kultural dan hak minoritas di Indonesia. Di antara kegiatan Yayasan Interseksi adalah penelitian, penulisan buku, dan pembuatan film dokumenter bertema budaya. Lebih jauh mengenai Yayasan Interseksi: http://www.interseksi.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-5012394826388002974?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/5012394826388002974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2010/11/jakartabeat-music-writing-contest-i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/5012394826388002974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/5012394826388002974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2010/11/jakartabeat-music-writing-contest-i.html' title='Jakartabeat Music Writing Contest I - 2010'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-6551542463837859607</id><published>2010-09-26T15:55:00.001+07:00</published><updated>2010-09-26T17:05:51.140+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemanusiaan'/><title type='text'>Sepenggal Kisah Cempaka Lestari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJxt70sFAFI/AAAAAAAAAFE/fDTiijta0G8/s1600/wonderful2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 277px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJxt70sFAFI/AAAAAAAAAFE/fDTiijta0G8/s320/wonderful2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5520408117772615762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kasih ibu, kepada beta. Tak terhingga, sepanjang masa. Hanya memberi, tak harap kembali. Bagai sang surya, menyinari dunia.&lt;/i&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Mungkin, kita semua hafal dengan lagu “Kasih Ibu” tersebut. Melalui lagu ini, kita diingatkan tentang sosok ibu. Haahh... ibu. Mama. Bunda. Emak. Mbok. Ummi. Seperti foto yang terpampang diatas. Itu salah satu fotoku bersama ibu. Dari foto ini, aku kembali terngiang dengan satu kenangan bersama ibu.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Kira-kira, foto ini diambil saat aku masih kelas satu SD. Bisa kalian amati. Tinggi badanku masih setengah lebih sedikit, dari tinggi ibu. Sekarang, badanku lebih tinggi darinya. Bersyukur... ini karena bapak dan ibu merawatku amat optimal. Sehingga asupan gizi tak pernah terlewat dari tumbuh kembangku.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Sayang... aku yang mungkin kurang memahami akan limpahan kasih sayang dari mereka. Jadilah aku sering rewel, terutama soal makanan. Yang paling mudah tentu saja sayur. Aku sering menolak sayur yang sudah capek-capek ibu hidangkan. Padahal, sayur sangat penting untuk kesehatan tubuh.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Anyway... terkait sayur barusan, itu hanyalah cuplikan serba-serbi hidupku bersama bapak dan ibu. Kali ini aku ingin membagi suatu cerita. Sebuah cerita tentang hubungan antara ibu dan anaknya. Cerita ini tak ada kaitannya, baik denganku maupun ibuku.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Tetapi yang pasti, aku memperoleh cerita nyata ini dari penuturan ibuku. Ya. Ibuku sendiri yang bercerita tentang kisah ini padaku. Kemudian, aku pun tahu, siapa sebenarnya pemilik dari cerita ini.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
***&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Seorang perempuan, sebut saja bernama Cempaka. Yang kutahu, Cempaka berumur sekitar 35 tahun. Ia belum menikah. Atau mungkin... ia tidak akan pernah merasakan apa itu perkawinan.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Sehari-hari, Cempaka hidup di rumah seorang perawat, yang bekerja di rumah sakit jiwa (RSJ) di Lawang, Malang. Asal kau tahu, Cempaka pernah mengalami suatu masalah, hingga membuatnya harus menerima perawatan di RSJ tersebut.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Lambat laun, kondisi Cempaka membaik. Sempat ia kembali ke tengah-tengah keluarganya yang tinggal di Blitar. Namun apa mau dikata, penyakit jiwa yang dideritanya ternyata kambuhan. Ada trauma di masa lalu yang membuat jiwanya selalu berguncang. Jika ada suatu keadaan yang memungkinkan dirinya mengingat trauma itu, maka Cempaka dapat berteriak-teriak tak karuan. Bahkan memecahkan kaca-kaca. Itu yang kudengar dari ibuku.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Mungkin... perlu bagiku untuk menceritakan secara garis besar, apa trauma yang dialami Cempaka. Di waktu muda, Cempaka sempat mengenyam kuliah di Malang. Dari kisah yang kudengar, perangai Cempaka memang kurang baik kala itu.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Cempaka terkesan kurang serius dalam berkuliah. Seolah hanya bisa menghambur-hamburkan uang kiriman dari orangtuanya. Satu yang menarik perhatianku. Kabarnya, Cempaka pernah merayakan ulangtahunnya dengan membeli kue tart bertingkat tiga. Tak lupa mengundang teman-temannya. Padahal uang itu harusnya untuk membayar SPP kuliah. Bisa kau bayangkan, seberapa mahal kue tart itu, sampai bisa menghabiskan uang SPP pada masa 1980-an.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Cerita pun berlanjut. Saat itu bapak Cempaka masih hidup. Beliau adalah seorang guru SD. Ketika Cempaka akan mengakhiri masa kuliahnya, tiba-tiba bapaknya meminta agar ia menjadi guru saja. Mungkin kita bisa paham. Saat itu lazim terjadi, seorang pegawai negeri yang dapat menitipkan anak dan handai taulannya, agar memperoleh status pegawai negeri pula.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Awalnya Cempaka mau menerima perintah bapaknya tersebut. Tapi ada satu syarat. Cempaka dibolehkan kembali ke Malang sejenak, untuk berpamitan dengan kawan-kawannya. Nasib berkata lain. Saat pamit, Cempaka dipengaruhi teman-temannya agar menolak perintah menjadi guru tersebut. Menurut teman Cempaka, sayang kuliah yang tinggal sedikit tidak dirampungkan.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Dasar bengal si Cempaka. Dia menuruti seruan kawan-kawannya. Ia kembali ke Blitar dan menolak mentah-mentah perintah bapaknya untuk menjadi guru. Masalah tidak cuma datang terkait kuliah. Tetapi juga urusan cinta Cempaka.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Cempaka memergoki pacarnya selingkuh dengan perempuan lain...&lt;/i&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Mungkin inilah yang menerbitkan trauma yang mendalam bagi Cempaka. Cempaka pun linglung. Menurut cerita ibuku, Cempaka sangat menyayangi pacarnya tersebut, yang konon mirip Rano Karno.... (wkwkwkwkwkwkwk)&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Untuk melupakan sakit hatinya, Cempaka pergi dari Malang. Ia tidak kembali ke Blitar, kampung halamannya. Tetapi lebih memilih ke luar pulau Jawa, tepatnya ke Riau. Cempaka meninggalkan seluruh kuliahnya dan mencoba mengadu nasib sebagai buruh di salah satu perkebunan sawit disana.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Malang tak dapat ditolak. Untung tak dapat diraih. Meski beberapa tahun bertualang di Riau, tapi tak membuat Cempaka melupakan traumanya. Dia kembali ke Jawa. Kembali ke rumah bapak ibunya di Blitar. Ahh... kembalinya Cempaka bukan kegembiraan bagi keluarganya. Malah menjelma menjadi duri dalam daging, yang konon menjadi penyebab bapaknya berpulang beberapa tahun kemudian.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Cempaka menjadi stres. Linglung. Tak waras. Keluarga membawanya berobat sampai ke RSJ Lawang, Malang. Sekian kali Cempaka harus dirawat di rumah sakit itu. Kasus terakhir terjadi tahun 2003 lalu. Yang akhirnya membawanya tinggal di rumah salah satu perawat RSJ, hingga kini.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
***&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Kasih ibu sepanjang masa. Kasih anak sepanjang galah.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Ungkapan ini sangat jamak kita pahami, sebagai simbol penggambaran kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Bagaimanapun keadaan anak, ibu akan selalu mencurahkan cinta dan perhatiannya kepada anak-anaknya.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Padahal, seringkali anak yang menjadi tumpahan kasih sayang tersebut, menampik itu semua. Mereka terlampau sibuk dengan urusannya. Sehingga sekadar untuk menengok ibunya yang sudah renta pun, segan dilakukannya.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Sesempurnanya seorang ibu, toh... beliau cuma manusia biasa. Makhluk yang bisa berbuat salah. Berikut ini masih berhubungan dengan si perempuan setengah baya, Cempaka. Idul Fitri yang baru kita rayakan, tak pelak menjadi momen tepat untuk berbagi cinta dengan segenap orang yang kita sayangi.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Sama halnya dengan Cempaka. Lebaran seolah selalu dinanti-nantikannya. Karena di saat Lebaranlah, ia bisa pulang ke Blitar. Meninggalkan sejenak hidupnya di Lawang, dan menjenguk ibunya yang sudah sepuh.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Entah bagaimana aku menceritakannya. Ibu dari Cempaka, sebut saja Ibu Lestari. Menurut penuturan ibuku, Ibu Lestari memang sesosok perempuan yang keras. Usianya sudah lebih dari 70. Beliau seorang pensiunan guru. Di masa mudanya, Ibu Lestari konon sempat menjadi petugas palang merah pada zaman kemerdekaan.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Sayangnya... Ibu Lestari tak lagi sepenuh hati dalam menghadapi Cempaka, anak kandungnya. Hal ini kumaklumi. Seharusnya Ibu Lestari tinggal menikmati masa tuanya. Terbebas dari gangguan yang mungkin dapat membebani pikirannya. Bukannya malah sibuk “menyuapi” anaknya yang kebetulan terganggu jiwanya.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Sikap Ibu Lestari sangat beralasan. Ketika pulang dari Riau dulu, Cempaka sering bertindak onar di rumah. Bila sedang kumat, Cempaka akan mengomel-ngomel tak karuan. Bicara sendiri sambil teriak-teriak. Malah pernah memecahi piring dan kaca jendela.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Inilah yang membuat Ibu Lestari enggan menerima kembali keberadaan Cempaka di rumahnya. Beliau takut, dirinya yang sudah tua, seorang diri, bisa berada satu rumah dengan Cempaka yang notabene kurang waras.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Para saudara Cempaka telah berkeluarga dan selalu mencari cara, bagaimana agar Cempaka tidak membebani ibunya. Akhirnya pada 2003, Cempaka diantar menuju RSJ Lawang, Malang. Meninggalkan ibu dan rumahnya di Blitar. Kemudian Cempaka tinggal di rumah salah satu perawat RSJ, yang kebetulan dekat dengan rumah sakit.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Kalau Tuhan berkehendak, pasti semuanya akan terjadi. Kondisi Cempaka perlahan membaik. Hal ini membuatnya memutuskan pulang sekitar pertengahan 2008. Saking rindunya Cempaka dengan ibunya, ia memilih tidak berpamitan dengan perawat RSJ yang menaunginya. Cempaka takut tidak diberi izin untuk pulang ke Blitar.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Namun... bukan sambutan hangat yang diterimanya. Jangankan pelukan sayang, yang ada malah sorot mata ketakutan, yang diperlihatkan Ibu Lestari, tatkala melihat Cempaka bisa pulang seorang diri ke rumah. Ketenangan yang diraih Ibu Lestari sejak “perginya” Cempaka seakan runtuh.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Tak pelak, Ibu Lestari waswas tak karuan. Ia menghubungi kelima anaknya yang lain. Termasuk juga perawat RSJ yang selama ini memberi tumpangan kepada Cempaka. Kenapa Cempaka bisa pulang...??? Kenapa si perawat RSJ bisa kecolongan???&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Sang perawat pun akhirnya berusaha menjemput Cempaka, agar ia mau pulang ke Lawang, Malang. Cempaka pun mau. Sejak saat itu, setiap ada libur panjang, Cempaka selalu pulang ke Blitar. Menjejakkan kaki di rumah tempatnya tumbuh. Dan tak lupa, melepas rindu pada Ibu Lestari, ibu kandungnya.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Seperti Lebaran barusan, Cempaka juga mudik ke Blitar. Ibu Lestari berusaha menerima keberadaan Cempaka, walau tidak sepenuh hati. Namun itu tak berlangsung lama. Jika dirasa sudah cukup, Ibu Lestari akan berusaha “mengusir” Cempaka agar kembali ke Lawang. Beliau tak ingin kejadian di masa lalu, terulang kembali. Ibu Lestari hanya mau hidup tenang. Tanpa direcoki Cempaka.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
***&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Inilah sebuah cerita. Sepenggal kisah tentang Ibu Lestari dan Cempaka. Sebuah kisah nyata antara seorang ibu dan anaknya. Satu yang kupetik dari realita ini. Hidup cuma sekali. Alangkah bijaknya bila kita mengisinya dengan hal-hal yang berguna. Salah satunya adalah berusaha menyenangkan orang-orang terdekat, terutama orangtua. Bukan apa-apa. Karena surga berada di bawah telapak kaki ibu.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;(johar dwiaji putra)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-6551542463837859607?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/6551542463837859607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2010/09/mencoba-menjadi-penulis-mandiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/6551542463837859607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/6551542463837859607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2010/09/mencoba-menjadi-penulis-mandiri.html' title='Sepenggal Kisah Cempaka Lestari'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJxt70sFAFI/AAAAAAAAAFE/fDTiijta0G8/s72-c/wonderful2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-4536402025153442028</id><published>2010-06-11T21:16:00.005+07:00</published><updated>2010-06-11T22:45:09.005+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini pribadi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cut tari'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng membawa hikmah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tv one'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metro tv'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ariel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agenda setting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perspektif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyiaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komunikasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luna maya'/><title type='text'>Biarkan Media Berbicara tentang Video Ariel</title><content type='html'>Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

Kembali aku ingin menulis. Kalau ada pepatah kuno yang menyebut: saya berpikir, maka saya ada. Maka aku akan berujar: SAYA MENULIS, MAKA SAYA ADA. Seperti tulisan-tulisan sebelumnya, ini adalah murni opiniku. Pendapatku. Jika ada yang kurang berkenan, terima kasih. Segala yang sempurna hanya milik ALLAH SWT. Sementara kekhilafan cuma milik saya (Dorce mode on).
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Satu perasaan di benakku: pegeeeeeeelllllllllll gitu rasanya........??!!!
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Kembali aku ingin merespon pemberitaan yang kudapat dari media massa. Dan isu ini sedang menjadi perbincangan super panas dimana-mana. Apalagi kalau bukan, terkait video mesum yang “diduga” dilakukan oleh Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari. Fiuuuhhhh....
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
 Inilah yang menjadi latar belakang, kenapa aku ingin menuliskan ini. Sebagai orang yang sedang belajar tentang media, rasanya aku tidak nyaman saja, untuk silent. Untuk berdiam diri saja. Untuk berpangku tangan saja. Maka dari itulah, aku ingin berbicara. Aku ingin berpendapat. Murni opiniku.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Setelah beredar luas melalui internet, video mesum Ariel kontan menjadi topik yang sering dijadikan headline. Menjadi materi utama yang mengisi setiap pemberitaan yang disajikan oleh berbagai media massa, kepada seluruh pemirsanya.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Sebelumnya, banyak orang yang tidak nyaman dengan segenap pemberitaan yang dilontarkan oleh media. Kesannya.... media memang begitu boombastis mengabarkan video Ariel ini. Banyak alasan yang melatarbelakangi timbulnya rasa ketidaksenangan terhadap media ini.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Ada yang mengatakan, jika pemberitaan media terlalu mengekspose habis-habisan “sepak terjang” Ariel dan kawan-kawan, takutnya memberikan dampak yang buruk. Terutama bagi anak-anak dan remaja. Yang identik dengan perilaku yang suka dengan hal-hal baru, sekaligus yang menantang.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Bagiku tidak seperti itu. Aku lebih memandang media berdasarkan tugas dan fungsinya. Ya, media massa tak hanya berperan sebagai penyedia informasi, edukasi, dan hiburan semata. Namun juga sebagai wahana KONTROL SOSIAL. Inilah yang menjadi stressing pointku.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Aku mengambil contoh. Televisi berita seperti tvOne dan Metro TV, kurasa sudah mencoba untuk melakukan tugasnya sesuai undang-undang nomer 40 tahun 1999 tentang pers tersebut. Yakni melakukan kontrol sosial.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Media massa tidak berdiri sendiri sebagai individu layaknya manusia. Media adalah sebuah institusi sosial. Suatu lembaga sosial, yang ranahnya menyentuh kepentingan masyarakat. Bagiku, dengan memberitakan video mesum Ariel, bukan merupakan penyimpangan fatal yang dilakukan oleh media.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Hal ini tidak menyalahi peran media sebagai wahana pendidikan. Ya disinilah pendidikan tersebut!!!
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Pemberitaan di media, bagiku tak lepas dari teori agenda setting. Media massa mempunyai prioritas-prioritas, yang akan diberitakan kepada khalayak. Disebarluaskan kepada masyarakat. Media memiliki kekuatan untuk memilah dan memilih, isu dan peristiwa apa yang patut diedarkan ke pemirsa.
Perangkat agenda setting inilah yang menentukan, mana berita yang harus diekspose. Mana yang cukup diberitakan secara singkat. Dengan diekspose, tentunya berita yang bersangkutan akan dibahas terus-menerus. Dibahas habis-habisan. Dan akan terus dikabarkan secara intens, sebagai topik utama.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Dengan pembahasan yang intens, otomatis khalayak akan tetap mengikuti pemberitaannya. Sekalipun itu dilakukan secara tidak sadar. Inilah hebatnya media, mereka bisa mengarahkan kita untuk memberikan perhatian kepada suatu isu.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Dan isu terkait video mesum Ariel ini, menurut saya memang perlu untuk terus DIKAWAL. Tak hanya kasus Century yang harus dikawal.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt; 
Bagaimana tidak?
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Mungkin orang tidak akan memberikan perhatian bila yang “diduga” berperan di video mesum belakangan ini adalah bukan PUBLIC FIGURE. Tapi pleaseeeee!!!!!!!!!!!
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Jangan dibandingkan video Ariel yang memanas belakangan ini, dengan video serupa macam bokep buatan mahasiswa. Atau yang sempat beredar dengan aktor Maria Eva dan Yahya Zaini.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
OH COME ONNNNNN!!!!!!!!!!!!!!!!!
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Kala itu, tidak banyak yang tahu. Siapa itu Maria Eva dan Yahya Zaini tersebut. Mereka lebih dikenal secara intern saja oleh partisan Golkar. Sementara video mesum Ariel-Luna-Cut Tari ini dimensinya amat berbeda.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Seorang “sparkling” Luna sedang menjadi artis tenar saat ini. Itupun karena dibumbui gosip murahan dengan boyfriendnya si Ariel itu. Sementara Cut Tari cukup terkenal dengan good lookingnya. Termasuk menjadi presenter infotainment terfavorit panasonic awards 2009.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Ckckckckckckck.........
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Mereka bertiga amat DIKENAL LUAS oleh masyarakat.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Inilah fungsi pemberitaan yang terus-menerus oleh media massa. Dengan begitu, semoga bisa menjadi pembelajaran bagi mereka bertiga. Bahwa suatu tindakan narsisme seorang public figure, harus dilakukan secara bijak. Okelah.... video kemesraan memang hak paling pualing... asasi untuk kita semua. Terlepas itu benar dilakukan oleh mereka bertiga atau tidak. Karena yang bersangkutan belum mau bersuara dengan jelas. Sehingga menimbulkan isu yang BIAS.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Seperti di televisi, video mesum Ariel bukan untuk semakin dipromosikan peredarannya. Tetapi membahas bagaimana efek domino yang mengikutinya. Inilah momen yang tepat untuk kampanye menghentikan tindakan narsisme yang diluar batas norma kesusilaan di depan kamera. Apalagi kalau dia public figure.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Sehingga media bisa menghakimi secara moral (moral judgement) yang ampuh bagi “ariel-luna-cut tari” tersebut. Apa mereka tidak memikirkan para anak muda yang mengidolakan mereka??? Bagaimana ini??? Memberikan “contoh” yang tak patut diteladani!!!
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Pemberitaan yang intens juga berguna untuk menjembatani, solusi apa yang tepat untuk segera mengakhiri polemik “Ariel Peterporn” tersebut. Karena media tidak sekadar memberitakan. Namun juga memediasi, solusi yang disediakan oleh para pakar. Baik itu dari LSM, ahli hukum dan teknologi informasi, terlebih kepada pihak berwenang.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Pihak berwenang disini adalah pemerintah, anggota legislatif, dan penegak hukum. Agenda media yang berubah menjadi agenda publik, maka agenda publik akan memengaruhi agenda kebijakan atau policy. Saatnya pemerintah dan legislatif tegas, untuk bahu-membahu menerbitkan peraturan yang dibutuhkan masyarakat. Khususnya untuk menuju berinternet secara sehat dan cerdas.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Sementara bagi aparat penegak hukum, segeralah bekerja untuk menumpas siapa saja yang bersalah. Termasuk sang “aktor”. Karena tidak ada asap, kalau tidak ada api. Kata bang napi, kejahatan terjadi karena ada kesempatan dan peluang. Dan menurut saya, para “artis” itu telah menyediakan peluang terhadap kejahatan bagi generasi muda bangsa ini.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
MAKA JANGAN BUNGKAM MEDIA UNTUK BERBICARA. SAYA TIDAK MEMBICARAKAN TENTANG INFOTAINMENT. TAPI MEDIA YANG “NORMAL”. MEDIA YANG BEKERJA SESUAI KAIDAH JURNALISTIK YANG BERDASAR FAKTA. BUKAN GOSIP!!!
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-4536402025153442028?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/4536402025153442028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2010/06/biarkan-media-berbicara-tentang-video.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/4536402025153442028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/4536402025153442028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2010/06/biarkan-media-berbicara-tentang-video.html' title='Biarkan Media Berbicara tentang Video Ariel'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-6333459933289729058</id><published>2010-06-03T09:15:00.002+07:00</published><updated>2010-06-03T09:29:43.262+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kontraproduktif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini pribadi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flotilla'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mavi marmara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='relawan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemanusiaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='densus 88'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teroris'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalur gaza'/><title type='text'>Antara Mavi Marmara, Teroris, dan Aku</title><content type='html'>Rasanya gatal sekali jari-jariku ini. Sehingga menuntunku untuk kembali, nulisssss!!!!!! Kali ini adalah murni opiniku. Pendapatku. Seputar sebuah peristiwa aktual yang bagiku sangat mengoyak sisi dramatis dalam diriku. Mungkin peristiwa ini sedang menjadi bahan pergunjingan di seantero jagat raya. Atau mungkin, hanya media massa saja yang membesar-besarkannya.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Terlepas dari peran media, nampaknya misi kemanusiaan yang bernama Flotilla Free for Gaza, menjadi sesuatu yang cukup menarik perhatian saat ini. Ehhmmm... atau jangan-jangan, sebenarnya tragedi yang menimpa sebuah kapal laut yang bernama Mavi Marmara ini, cuma ramai di media??? Sementara banyak orang sebenarnya tak peduli, dengan apa yang telah terjadi di lepas pantai Gaza itu.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Entahlah. Yang pasti segala macam rasa sedang berperang di benakku. Antara marah, kepada Israel yang terus saja tanpa merasa bersalah sedikitpun, membombardir siapapun yang ingin menganggu “kedaulatan” mereka atas nasib orang Palestina. Mungkin juga khawatir, karena dari sekian relawan yang ingin menolong rakyat Gaza lewat Mavi Marmara itu, adalah warga negara Indonesia. Saudara sebangsa setanah air.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Tetapi juga skeptis.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Ya. Ragu-ragu. Akan kesungguhan warga dunia untuk mengakhiri konflik klasik antara Palestina-Israel. Terlebih kepada pemerintah Indonesia yang sedang berkuasa sekarang. Apakah masih mempunyai keberanian untuk benar-benar mengimplementasikan politik luar negeri “bebas aktif”. Aktif untuk turut menuju perdamaian dunia yang stabil. Dan itu artinya segera turun tangan untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Serta memberi sangksi tegas kepada Israel, yang dengan jelas telah melancarkan kolonialisasi baru di abad modern seperti sekarang.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
***
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Antara Mavi Marmara, Teroris, dan Aku. Itulah judul yang kuberikan untuk tulisanku kali ini. Inti dari peristiwa Mavi Marmara adalah: segenap relawan kemanusiaan dari berbagai negara. Mereka berkumpul untuk berusaha menembus blokade Israel atas wilayah Jalur Gaza. Berusaha untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada segenap rakyat Gaza yang terkungkung setidaknya sejak Januari 2009.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Gerakan para relawan pemberani ini tidak membawa nama negara. Mereka murni bergerak atas nama humanity. Berasal dari lembaga swadaya masyarakat. Bersifat non government organization. Mereka lantang maju ke garda terdepan. Di saat pemerintah-pemerintah resmi yang sedang berada di istana, tak secuil pun mengambil inisiatif. Mengambil tindakan untuk pemberian bantuan kemanusiaan yang konkret kepada Palestina. 
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Berdasar kabar yang beredar, pasukan Israel menyerang kapal Mavi Marmara. Kapal yang mengangkut para relawan ini yang hendak menuju Gaza. Beserta barang-barang untuk misi kemanusiaan. Entah apa yang mengusik Israel, sehingga pasukan zionis laknat ini menyerang kapal tanpa senjata itu, di perairan internasional!!!
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Jatuhlah korban pada peristiwa 31 Mei 2010, yang mungkin sebentar lagi akan akrab disebut sebagai tragedi “black monday” tersebut. Bagiku, mereka yang tewas dalam penyergapan biadab itu, adalah mati syahid. Mereka mangkat dengan mulia. Karena mereka sedang berusaha untuk menolong saudara sesama manusia, di saat terakhir dalam hidupnya.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Sementara bagi relawan yang tewas, yang beragama Islam, mereka sungguh mati dalam keadaan syahid. Mereka meninggal ditengah usaha menjunjung jalan Allah SWT. Apalagi yang mereka hadapi adalah, cecunguk-cecunguk yahudi-zionis yang merupakan musuh paling nyata bagi umat Islam. Salut buat mereka.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Lalu....
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Apa hubungannya dengan teroris???
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Teroris yang kusebutkan di sini memiliki konteks, gerakan-gerakan di tanah air yang bergerak di bawah tanah (underground). Yang mekanisme kerjanya mendekati dan memengaruhi orang-orang awam, dan mempersuasi mereka untuk membenci negara Indonesia dengan dasar Pancasila. Lalu mengarahkan mereka untuk merampok. Yaaa... merampok harta benda orang-orang yang tak bersalah.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Kemudian harta itu digunakan untuk biaya operasionalisasi setiap aktivitas mereka. Yang tak jauh-jauh dari mengimpor bahan kimia, dan merakitnya menjadi bom-bom yang mematikan. Dan klise. Diledakkan di tengah orang-orang yang tentunya tidak bersalah. Konyol. Dengar???!!! Konyolllllllllllll!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Konyol. Tolol. Bodoh. Stupid. Entah kata cacian apa lagi yang pantas buat mereka. Mereka yang begitu tega meledakkan bom di dalam negeri sendiri, Indonesia. Teroris. Ya, para teroris itu bisanya hanya mengebomi negeri sendiri. Mengebomi obyek-obyek “vital”, menurut pemahaman mereka.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Hanya satu anggapanku buat para teroris itu: BANCI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Ya, banci. Beraninya cuma berbuat onar di negeri sendiri. Kalau berani dan benar-benar berjiwa mujahid, contohlah para relawan kemanusiaan Flotilla itu!!!
Para relawan itu, itulah para mujahid sejati. Berani menghadapi hadangan cecunguk Israel di depan mata. Nyawa taruhannya. Dan tragedi di akhir bulan Mei 2010 itu, menjadi buktinya.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Bukannya malah mengebom hotel, restoran, jalan raya, atau malah ngebom pantai. Banci!!!!!!!!!!!!!!!!
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Kalau berani, jadilah relawan seperti lewat Mavi Marmara ini. Mati karena menghadapi Israel tentulah lebih gentle. Daripada mati disergap Densus 88. Gak level!!!
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Kalau mau jadi “pengantin bom”, pergilah ke Israel sana!!! 
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Emang para teroris itu benar-benar pengantin yaaa.....?!! Namanya juga pengantin, ya mesti pengen bulan madu. Makanya bomnya diledakkan di surga dunia, Bali. Atau di hotel-hotel high class di Jakarta. Bah!!! Cuiihhh....
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Kembali kepada diriku. Inilah aku. Seorang mahasiswa biasa saja. Yang tentu saja belum memiliki power untuk sekadar berpendapat dan didengarkan. Sehingga pelampiasan passion ini... hanyalah dengan menulis.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Termasuk, aku juga ingin menjelaskan. Aku belum mempunyai nyali yang besar seperti mereka: para relawan yang dengan gagah berani melanglang buana ke negeri antah berantah Israel-Palestina. 
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Sementara aku di sini, masih duduk manis di depan televisi. Melihat berita pembebasan relawan WNI yang dideportasi oleh Israel untuk pulang ke tanah air. Dan sesekali, aku juga berteriak. Meski mungkin... teriakanku ini tak ada yang mendengar. Tetangga yang mendengar pun, bisa dipastikan tak akan menggubris sama sekali.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
Dan akupun cuma bisa menulis.... untuk menuntaskan amarahku kepada Israel, dan para teroris yang masih main kucing-kucingan dengan Densus 88. Hidup menulis!!!!!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-6333459933289729058?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/6333459933289729058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2010/06/antara-mavi-marmara-teroris-dan-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/6333459933289729058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/6333459933289729058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2010/06/antara-mavi-marmara-teroris-dan-aku.html' title='Antara Mavi Marmara, Teroris, dan Aku'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-2819341777488097655</id><published>2010-03-29T12:42:00.000+07:00</published><updated>2010-03-29T13:08:28.861+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='surabaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='audisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tv one'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nadine chandrawinata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komunikasi'/><title type='text'>pantaskah aku mengeluh?</title><content type='html'>Entah dari mana aku memulainya. Namun yang jelas, aku cuma ingin mengabadikan apa-apa yang baru saja kualami. Sebuah, atau bahkan beberapa pengalaman sekaligus telah aku alami. Begitu terkesannya aku akan pengalaman ini, sehingga membuatku tergerak untuk menuliskannya. Tentunya dengan bahasaku sendiri. Karena aku yakin, setiap orang mempunyai kemampuannya masing-masing. Setiap individu memiliki karakternya masing-masing. Aku yakin akan hal itu.

Baru saja aku merampungkan membaca buku, yang menurutku adalah salah satu buku yang paling menarik yang pernah kubaca. Buku ini bukan fiksi. Bukan novel. Atau bahkan buku tentang komunikasi yang “harus” kulahap untuk menunjang studi sarjanaku. Melainkan sebuah buku perjalanan singkat salah seorang public figure di Indonesia.

That’s right. Berjudul: Pantaskah Aku Mengeluh…

Buku ini ditulis oleh Nadine Chandrawinata. Dia adalah Putri Indonesia 2005. Sederhana, tetapi mengena. Itulah opiniku seusai membaca buku yang tak seberapa tebal ini. Nadine berusaha menceritakan dengan sejujurnya, bagaimana aktivitasnya selama setahun bergelar Putri Indonesia. Hingga hiruk-pikuk serta kontroversinya terkait keikutsertaan di Miss Universe 2006.

Haahhh… aku cukup terkesan dengan penuturan Nadine lewat buku inspiratif ini. Aku jadi menengok ke belakang sejenak. Mengingat satu pengalaman, yang aku alami tidak lama sebelum aku membaca buku milik Nadine tersebut.

Sebagai pembuka… kupikir tak jauh-jauh lah, dari duniaku sebagai mahasiswa. Khususnya mahasiswa sebuah universitas negeri di kota dingin, Malang. Khususnya lagi sebagai salah satu mahasiswa yang beruntung menyandang gelar “mahasiswa komunikasi”.

Namun yang jelas, ketika aku menjalankan pengalaman yang bagiku amat baru ini, aku telah berada di dekat persimpangan jalan yang tentunya rumit. Sebagai mahasiswa semester 8, secara natural aku “diwajibkan” untuk segera merampungkan tugas untuk memperoleh gelar sarjana.

Nah, selayaknya mahasiswa angkatan 2006 lainnya, aku telah memprogram skripsi sebagai tugas pamungkas sebelum aku benar-benar layak menyandang gelar S1. Dengan hanya skripsi tanggungan di tangan, sudah pasti banyak waktu luang kumiliki. Tak ada salahnya untuk memulai mencari-cari, meraba-raba, jenis pekerjaan apa yang ingin kuraih kelak.

Sampailah aku pada ingar-bingar pengumuman dari acara yang memeriahkan ulang tahun sebuah televisi swasta nasional di negeri ini. TV ONE, ya…. kurasa tv yang satu ini pantas disebut sebagai bayi ajaib. Berdiri pada 2008, sehingga di tahun 2010 ini tv one baru genap berusia 2 tahun. Layaknya seorang manusia, baru belajar berjalan dan belajar mengeja huruf-huruf dunia.

Tetapi ada satu acara yang sangat menarik perhatianku. Bagiku, menjadi seorang mahasiswa jurusan ilmu komunikasi adalah anugerah Allah SWT. Tak sembarang orang bisa berjodoh dan benar-benar “klik” dengan bidang studi yang satu ini. Aku beruntung, karena bisa menjadi bagian dari studi yang ternyata amat menarik dan penting untuk dikaji ini.

Acara itu adalah AUDISI PRESENTER BERITA TV ONE. Wooww!!! Apa aku tak salah dengar? Apa aku tak salah baca? Rupanya tidak. Dan pengumuman ini memang benar adanya. Akan diadakan audisi presenter berita di 7 kota besar di Indonesia.

Whuuaa….. aku harus bersiap, nih…??!!!

Inilah yang kumaksud tak jauh-jauh dari dunia akademisku. Mengingat sebagai mahasiswa komunikasi, aku telah terbiasa untuk belajar dan mengaji tentang apa itu jurnalistik. Apa itu media massa. Apa itu komunikasi melalui media massa. Apa itu public speaking. Dan apa itu kegiatan penyiaran. I think… it’s my time!!!

Adalah impian besarku untuk bisa bekerja menjadi seorang presenter televisi, khususnya anchor berita. Seperti para idolaku, IRA KOESNO, ARIEF SUDITOMO, RIKE AMRU, NAJWA SHIHAB, dan generasi tv one sekarang, TINA TALISA, INDY RAHMAWATI, ALFITO DEANNOVA, dan RAHMA SARITA.

Kurasa, begitu berharganya pekerjaan yang mereka lakukan di depan layar kaca. Begitu cerdasnya… that’s great!!!

Seorang teman tiba-tiba mengajakku untuk ikut serta di audisi yang tentunya berbeda dengan audisi macam Mamamia atau Indonesian Idol ini. Surabaya adalah kota terdekat yang bisa kami jangkau untuk mengikuti audisi yang amat menarik dimataku ini. Dan audisi di Surabaya dilaksanakan pada Senin, 15 Februari 2010. Tepatnya di gedung C FISIP, kampus B Universitas Airlangga.

Aku begitu bersemangat untuk mengikutinya. Apalagi persyaratannya sangat mudah. Masih kuliah atau lulus S1 segala jurusan. Membawa curriculum vitae dan foto berwarna. Mengisi formulir pendaftaran. Serta camera face. Tunggu-tunggu… untuk syarat yang terakhir ini aku wallahu ‘alam deh… yang penting fight!

Pengalaman memang amat berharga nilainya. Aku pernah membaca, jika engkau mendapati dirimu berada di depan dua tantangan yang berbeda, cobalah mengambil tantangan yang belum pernah kaucoba. Okelah kalau begitu.

Teman yang mengajakku untuk pergi audisi ternyata di last minutes… berubah seratus delapan puluh derajat. Ia batal ikut serta karena ada tanggungan yang berhubungan dengan skripsinya. Sementara rekan-rekan yang lain sudah mati gaya duluan. Yang tidak camera face lah. Yang nggak percaya diri lah. Yang males sama panasnya Surabaya lah. Ohh… God… help me…

Kupikir itu bukan alasan kuat untuk tidak mencoba. Ingat, nanti ketika sudah lulus kuliah dan dituntut untuk bekerja, sebagai job seeker, panas dan debu adalah teman. Mengantre adalah kawan. Dan confident and be yourself adalah sahabat. Semangat!!!

Kepalang tanggung, aku berangkat ke Surabaya seorang diri. Ya, sendirian. Bersama tekad kuat dan keberanian. Senin pagi yang cukup dingin, tanggal 15 Februari 2010. Aku bangun jam 3 dinihari. Mempersiapkan diri. Sambil menunggu adzan Subuh, aku nge-print CV yang harus kubawa serta.

I love you Mom, I love you Dad…

Kedua orangtuaku cukup mendukung atas niat ikut audisi presenter tv one. Bahkan kata bapakku, siapa tahu roda nasibku sedang amat mujur. Segera kujawab singkat, aminnnnnn!!!!!!!

Jam setengah 6 tepat, dengan perut kenyang karena sepiring nasi goreng, dan badan segar karena mandi yang terlalu pagi, aku diantar bapak ke terminal Arjosari. Sekian menit menunggu, akhirnya aku pergi ke Surabaya untuk menjemput impian. Semoga.

Kebetulan aku memperoleh bus patas. Ber-AC bookk, dingin…!!! (ihh… norak)

Banyak penumpang bus lainnya yang menutup panel AC diatasnya. Tetapi tidak bagiku. Hawa semriwing dari pendingin ruangan membuatku melupakan rasa gugup dan nervous.

Sampailah di terminal Bungurasih. Aku segera menaiki kendaraan umum yang biasa kusebut dengan bison. Sengaja aku tak memilih bus kota karena menunggu sampai penumpangnya penuh pasti lebih lama. Sampai juga di terminal Joyoboyo. Dan kulanjutkan perjalanan dengan angkot line P.

Setengah jam kemudian, sampailah di jalan Dharmawangsa. Kuturun dan menyeberang memasuki kampus B Unair. Di komplek gedung FISIP, sudah kutemui mobil dari kru tv one. Rasa deg-degan muncul tiba-tiba tanpa terkendali. Tak mungkin lagi untuk mundur. AKU HARUS MENGIKUTI AUDISI PRESENTER TV ONE.

Kusiapkan segala peralatan yang dibutuhkan. Daftar riwayat hidup dan foto berwarna ukuran postcard. Mengisi formulir pendaftaran. Tetapi….. TIDAAAAKKKKKKK!!!!!!!!

AKU LUPA TIDAK MEMBAWA SATUPUN PULPEN……!!!!!!!!!!!!

Salahku, salahku. Aku mengumpat berkali-kali pada diriku sendiri. Ahh… jojo?!! Baiklah. Semoga ini bukan suatu pertanda buruk. Kuberanikan diri untuk meminjam pulpen ke sana-sini. Tentunya ke calon peserta lainnya. Itung-itung berkenalan dan mencari teman baru lah.

Dapat. Segera kuisi formulir dan aku meminjam dengan ekspresi memelas, “boleh dipinjam sampai audisi selesai???”. Alhamdulillah. It’s okay.

Mengantre beberapa saat. Dan aku mendapati diriku mulai dirasuki rasa minder. Kusadari calon peserta lainnya, setidaknya dari segi penampilan, jauuuhhhhhh dariku. Yang perempuan sudah berdandan bak benar-benar akan tampil di layar kaca. Sementara tak sedikit yang laki-laki sudah berpakaian lengkap dan berwibawa ala Tommy Tjokro atau Alfito Deannova.

Sudahlah. Aku tak boleh minder. Belum juga berperang, sudah kalah duluan. Tidak boleh!!! Setelah mengantre untuk registrasi, tibalah giliranku. Nomer 098. Waoo….. padahal baru jam 9 pagi lebih sedikit, peserta sudah hampir mencapai 100 orang. Aku yakin masih banyak yang akan datang di belakangku.

Sekitar jam setengah 11, penantian itu akhirnya tiba. Aku akan mengikuti sebuah audisi untuk yang pertama kalinya sepanjang sejarah hidupku. Memang audisi presenter berita ini tak memakan waktu yang cukup lama untuk tiap pesertanya. Singkatnya, tergantung dari petugas yang mewawancarainya.

Asal engkau tahu teman, salah satu yang mengaudisi adalah Alfito Deannova. Sedikit aku berharap agar bisa diwawancarai olehnya. Sekadar berdiskusi ringan seputar pansus Century atau kontroversi terkait praktik nikah siri.

Segala kemampuan kutumpahkan disini. Lewat audisi presenter berita ini. Termasuk kemampuan membaca berita televisi. Salah satu wawancaranya adalah siapa menteri komunikasi dan informatika sekarang? Kujawab lugas adalah Tifatul Sembiring. Sementara siapa menkominfo periode sebelumnya? Adalah M. Nuh. Sedangkan si M. Nuh ini sekarang menjabat apa? Kujawab menteri pendidikan nasional.

Siiiipppp. Aku telah berusaha yang terbaik yang kubisa. Aku keluar ruang audisi dengan senyum kecil penuh rasa optimis. Cuma satu yang ada di pikiranku. Aku datang jauh-jauh dari Malang untuk menang. Ini adalah kompetisi bagiku. Hanya ada dua opsi. Menang atau kalah.

Tibalah pukul 3 sore. Kami para peserta audisi presenter berita tv one kota Surabaya yang berjumlah 226 orang, dikumpulkan di aula gedung C lantai 3. Pengumuman siapa saja yang masuk ke dalam 20 besar akan segera dibacakan. Dan inilah yang aku suka dari tv one. Bentuk pengumuman bukan dibacakan langsung siapa saja 20 semifinalis itu. Melainkan dibacakan satu-satu untuk kemudian langsung menjalani tes selanjutnya.

TES STAND UP.

Tes stand up ini maksudnya, si peserta harus memeragakan dirinya seperti para reporter yang sedang melaporkan peristiwa secara live di lapangan. Termasuk kemungkinan berinteraksi dan berdialog dengan presenter yang ada di studio berita. Siiip daaahhhhh.

Satu demi satu semifinalis maju kedepan. Satu yang mengagetkan sekaligus membanggakan adalah, Desa. Teman seangkatan komunikasi yang ternyata juga ikut audisi ini berhasil masuk 20 besar semifinalis. Congratulations Desa!!!

Aku mengenal Desa cukup dekat. Dimulai ketika kami sama-sama menjadi panitia studi ekskursi jurusan komunikasi angkatan 2006 pada Juli 2008 silam. Dan pertemanan kami menjadi hangat karena kami mengambil peminatan yang sama, komunikasi massa.

Aku masih harap-harap cemas untuk masuk ketahap berikutnya. Meski waktu sudah menjelang maghrib dan asaku perlahan memudar dengan majunya semifinalis ke-17 yang lagi-lagi bukan diriku.

Pengumuman menusuk hati yang mungkin paling menusuk yang pernah kudengar selama ini. Pembawa acara mengatakan bahwa TIDAK ADA SEMIFINALIS KE 18, 19, DAN 20. KAMI HANYA MEMUTUSKAN 17 PESERTA YANG LAYAK MAJU KE TAHAP BERIKUTNYA.

Sakiiiittttttttt hati ini rasanya mendengar pengumuman itu. Rasanya diriku langsung lemas di tempat duduk. Dimana kesalahanku? Kenapa aku tak diberi kesempatan untuk masuk?

Seperti ini yaaa…… rasanya gagal audisi. Aku mengalaminya sendiri sekarang. Kecewa itu pasti. Namun tidak untuk menyesal. Meski aku sudah datang jauh-jauh naik kendaraan umum, masih banyak peserta lain yang datang dari kota di seantero Jawa Timur, yang lebih jauh dari Malang. Ya sudahlah.

Pengalaman memang mahal harganya. Karena berharga itulah, pengalaman sangat pantang untuk dilupakan. Kata orang bijak, belajarlah dari pengalaman. Ya, aku akan dan harus belajar dari pengalaman. Semangat jojooooooooo!!!!!!!!!!!!!!!!!

Setidaknya aku sudah mencoba. Pernah mengalami. Bertemu dengan Alfito Deannova, Rahma Sarita, dan segenap kru tv one yang kooperatif. Aku berusaha untuk berpikir positif. Mungkin Allah belum meridhoi aku masuk lebih jauh. Mungkin Dia berkehendak agar aku lulus kuliah terlebih dahulu. Barulah aku memasuki kawah candradimuka yang begitu kaya akan kejutan ini. Alhamdulillah.

At least… aku sudah berani untuk pergi ke kota tetangga (baca: Surabaya) seorang diri. Berani, itulah kuncinya. Aku tak mau lama-lama dirundung kecewa dan sedih yang merongrong. Masih ada selembar sertifikat yang menghibur. Setidaknya ada hasilnya, jauh-jauh berangkat audisi ke Surabaya.

Alhamdulillah. 

Pantaskah aku mengeluh? 

Padahal begitu banyak pengalaman yang kuterima dalam satu hari ini. Satu hari saja. Yakni Senin, 15 Februari 2010. Apalagi banyak teman baru yang kudapatkan. Bercengkerama dengan mereka walau barang sesaat, merupakan anugerah dan pengalaman berharga bagiku. Seperti yang kubaca di buku karya Nadine Chandrawinata, yang telah kujelaskan dimuka. SETIAP WAJAH SELALU MEMBAWA SATU CERITA. Dan aku meyakini akan hal itu.

Terimakasih buat tv one.

Terimakasih buat kedua orangtua.

Terimakasih buat teman-teman di Malang yang secara tak langsung telah mendukung.

Terimakasih buat rekan-rekan sesama peserta audisi.

Terimakasih buat INDONESIA.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-2819341777488097655?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/2819341777488097655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2010/03/pantaskah-aku-mengeluh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/2819341777488097655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/2819341777488097655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2010/03/pantaskah-aku-mengeluh.html' title='pantaskah aku mengeluh?'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-8978447462875082539</id><published>2009-07-14T13:12:00.003+07:00</published><updated>2009-07-14T13:38:36.363+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pilpres 2009'/><title type='text'>Quick Count dan Ekonomi Media</title><content type='html'>Pencontrengan untuk memilih satu dari ketiga pilihan telah usai dilaksanakan. Tetapi bukan berarti gelaran pemilihan presiden berhenti sampai disini. Pasca pilpres, menjadi tugas yang superpenting bagi KPU, untuk segera menghimpun suara yang sudah diberikan oleh rakyat. Kemudian mengumumkan dan menetapkan siapa pemenang dalam pilpres kali ini. Penghitungan suara secara manual telah dimulai. Kita semua berharap, agar tidak terjadi prahara yang menemani penghitungan suara tersebut. Semua berlangsung dengan aman, kondusif, dan tentunya jujur.


      Bisa ditebak, pelaksanaan pilpres kemarin juga dihiasi dengan adanya quick count (QC). Berbagai stasiun televisi berlomba untuk menyiarkan tayangan mengenai pencontrengan, yang dilengkapi dengan sajian tentang proses QC. Media elektronik tersebut bekerjasama dengan beragam lembaga survei. Bahkan, ada sebuah stasiun televisi yang mengklaim bersifat independen dalam menyelenggarakan QC, tanpa “bantuan” dari lembaga survei.


       Adanya QC ini tentunya memberikan manfaat bagi masyarakat. Kita sebagai rakyat tidak perlu menunggu lama untuk mengetahui siapakah yang akan menjadi presiden berikutnya. Meskipun jelas-jelas QC bukanlah hasil akhir dari suatu pemilihan. Sementara hasil resmi tetaplah berasal dari keputusan KPU.
Namun jika melihat hasil QC di berbagai televisi tersebut, nyaris semuanya menempatkan sang incumbent SBY sebagai pemenang pilpres. Kemenangannya pun mutlak mengungguli dua pasang pesaingnya, berkisar diatas 50 persen. Lebih mantapnya lagi, keunggulan SBY-Boediono berada di lebih dari separo provinsi yang ada di Indonesia.
SBY pun memberikan pernyataan terkait posisinya yang terletak di puncak semua proses QC ini. Sayangnya, oleh media, pernyataan itu dikonstruksi sebagai pidato kemenangan. Tak pelak, pasangan lain menyerang sang presiden dengan ungkapan bahwa pidato tersebut terlalu dini. Hasil final tetap berada di tangan KPU.


       Tentunya hal ini hampir semua orangpun juga tahu. Bahwa keputusan akhir berada dalam kewenangan KPU. Pernyataan SBY dimaknai sebagai pidato kemenangan yang sesumbar oleh lawan-lawan politiknya. Padahal, jelas-jelas pernyataan SBY itu hanya merupakan bentuk respons terhadap hasil QC yang santer dikabarkan. Cuma sebatas tanggapan, tidak lebih.


       Rupanya, penayangan berbagai pelaksanaan QC ini diperhatikan juga oleh pasangan lain diluar SBY. Tidak tanggung-tanggung, Prabowo yang menjadi teman Megawati dalam pilpres kali ini, ikut menyumbangkan “suara” tepat di hari-H pencontrengan kemarin. Inti dari konferensi persnya adalah, janganlah rakyat percaya begitu saja dengan hasil QC yang ditayangkan oleh beragam media tersebut. Tetaplah menunggu hasil final dari penghitungan manual yang dikomandoi KPU.


       Bagi saya, secara implisit Prabowo juga mempunyai muatan lain dalam pernyataannya tersebut. Dia merasa kecewa dengan semua stasiun televisi yang menyiarkan QC. Dan yang lebih membuatnya geram, adalah upaya media untuk mengkonstruk bahwa pemenang pilpres sudah dapat dipastikan. Siapa lagi kalau bukan SBY-Boediono. Tidak sepenuhnya sikap Prabowo itu salah. Menurut pengamatan, memang media terkesan membentuk seolah-olah proses QC adalah sama dengan penghitungan manual. Hasil dari QC, itulah keputusan dan pilihan dari rakyat banyak.


       Tetapi yang patut disayangkan dari pernyataan Prabowo adalah tentang kebebasan berpendapat yang dipunyai siapapun. Termasuk yang dimiliki oleh media massa. Menurut saya, media juga berperan untuk mengawal proses demokrasi. Salah satunya dengan menayangkan inovasi QC ini. Hasil QC bisa dibandingkan dengan hasil penghitungan manual KPU. Dari situ, dapat diambil kesimpulan. Apakah metode QC dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya, dalam memprediksi pemenang dalam sebuah pemilihan.


       Terlebih, hasil QC tentunya ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Nah, dalam hal ini berimplikasi dengan faktor ekonomi dari media bersangkutan. Dengan menayangkan proses QC, media berharap mampu mengikat khalayak untuk tetap setia di depan layar kaca. Jika media bisa mempertahankan audiens dalam jumlah banyak, pastilah berlanjut ke rating acara yang tinggi. Diteruskan dengan peminat pemasang iklan yang membanjir.
Apalagi beberapa program yang disajikan stasiun televisi tersebut tidak cuma menyuguhkan proses QC beserta dialog-dialog politik secara formal. Namun dibumbui dengan musik dan humor sebagai hiburan. Mungkin, tayangan QC ini adalah salah satu cara media televisi untuk menjaring penonton yang melimpah. Kita tidak bisa menafikan, bahwa media massa juga merupakan badan usaha yang membutuhkan pemasukan. Banyak sekali pegawai yang menggantungkan nafkah dari media. Lantas, bila tidak ada pemasukan untuk media, darimana institusi sosial ini membayar gaji untuk para pekerjanya?


       Jika saya boleh mengatakan, tirulah SBY. Beliau datang mencontreng pukul sebelas siang. Berharap para pekerja media yang meliputnya, bisa mempunyai waktu yang lebih banyak untuk menggunakan hak pilihnya. Setelah memilih, barulah para wartawan dapat melaksanakan tugasnya. Perilaku ini dapat menjadi tauladan. Karena memberikan kesempatan dalam menunaikan hak pilih bagi warganegara yang sah. Salah satu upaya yang unik untuk menanggulangi terjadinya golput.


       Wahai para elit politik. Media massa kadang memang bersikap seperti musuh. Jika kita dapat memperlakukannya dengan baik, media malah bisa menjadi kawan, bahkan sahabat. Ingatlah, popularitasmu juga berasal dari peran media. Media mempublikasikan, maka jadilah ketenaranmu. Kita perlu untuk memahami aspek ekonomi media ini.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-8978447462875082539?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/8978447462875082539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2009/07/quick-count-dan-ekonomi-media.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/8978447462875082539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/8978447462875082539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2009/07/quick-count-dan-ekonomi-media.html' title='Quick Count dan Ekonomi Media'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-5913628075611449031</id><published>2009-05-26T11:46:00.006+07:00</published><updated>2009-05-26T12:19:26.040+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengumuman pemenang lomba cerbung'/><title type='text'>Inilah Pemenang Sayembara Cerita Bersambung Majalah Femina 2008</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;        Setelah cukup lama menunggu, akhirnya pengumuman pemenang lomba penulisan cerita bersambung yang diadakan majalah Femina untuk tahun 2008 dirilis juga. Sebagai salah satu partisipator, tentunya amat menunggu hasil lomba tersebut. Dan ternyata, memang harus berjuang lebih keras lagi untuk bisa masuk kedalam jajaran para pemenang. Namun yang pasti, lebih baik sudah mencoba untuk berpartisipasi. Bukan cuma sekadar membaca.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

       Informasi diunduh langsung dari website majalah Femina. And the result......&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

Pemenang 1: BERAPA BABI MAS KAWIN, KO
                     Nunuk K. Kusmiana,  Jayapura&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

Pemenang 2: OPERA RUMAH SINGGAH
                     Riawani Elyta, Tanjung Pinang&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

Pemenang 3: DENGARKAN KISAHKU, HASIAN
                     Hembang Tambun, Medan&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

Penghargaan 1: KIRANA
                          Shanty D. Rilmira, Nganjuk&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

Penghargaan 2: THE SECOND CHANCE SHOW
                          Yenny Renati, Jakarta&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

Penghargaan 3: PEREMPUAN PENUNGGU MALAM
                         Anggoro, Jakarta&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;


&lt;div style="text-align: justify;"&gt;        Dengan hadiah sebesar 10jt rupiah, 7jt rupiah, 5jt rupiah, masing-masing untuk pemenang 1, 2, dan 3. Sedangkan 3jt rupiah masing-masing untuk pemenang penghargaan.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
Selamat untuk para pemenang........!!!!!!!!!!!!
 
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-5913628075611449031?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.femina-online.com/event/event_detail.asp?id=154&amp;views=154' title='Inilah Pemenang Sayembara Cerita Bersambung Majalah Femina 2008'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.femina-online.com/event/event_detail.asp?id=154&amp;views=154' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/5913628075611449031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2009/05/inilah-pemenang-sayembara-cerita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/5913628075611449031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/5913628075611449031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2009/05/inilah-pemenang-sayembara-cerita.html' title='Inilah Pemenang Sayembara Cerita Bersambung Majalah Femina 2008'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-8758175282506040063</id><published>2009-05-05T11:18:00.003+07:00</published><updated>2009-05-05T11:27:02.196+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>MEMAKSIMALKAN BLOG</title><content type='html'>Hari ini adalah Selasa, 5 Mei 2009. Kembali aku membuka blogku setelah sekian lama tidak kubuka sama sekali. Kurasakan, ada sesuatu yang harus diubah dari blogku ini. Jadi, aku memutuskan untuk mengubah tampilan blog yang telah terbentuk sejak bulan ramadhan tahun 2008 ini.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

Nah, bagi temen-temen yang ingin membaca blogku, masih sama seperti yang kemarin-kemarin. Joejoehiphiphura.blogspot.com
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

See you in next edition.....!!!!!!!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-8758175282506040063?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/8758175282506040063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2009/05/memaksimalkan-blog.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/8758175282506040063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/8758175282506040063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2009/05/memaksimalkan-blog.html' title='MEMAKSIMALKAN BLOG'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-6510555452915303690</id><published>2009-04-10T19:03:00.004+07:00</published><updated>2009-04-10T19:17:33.417+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perspektif'/><title type='text'>PADAHAL BELUM TENTU</title><content type='html'>Matahari mulai condong ke arah barat. Meski masih menampakkan cahaya yang benderang, tetapi tidak sepanas jika sang surya berada tepat diatas ubun-ubun. Jarum jam menunjukkan pukul 15.11 Wib. Adzan baru saja berkumandang dari beberapa masjid terdekat. Pertanda bahwa waktu sholat Ashar telah masuk.


Di akhir pekan seperti ini, jarang sekali ada kegiatan akademik di kampus biru, Universitas Brawijaya (UB). Namun berbeda keadaannya di Gedung Kuliah Bersama. Gedung yang lebih akrab disebut RKB ini merupakan gedung yang dipakai untuk operasionalisasi Fakultas Ilmu Sosial (FIS). FIS adalah fakultas termuda di dalam lingkup UB. Sehingga tidak heran, hari Sabtu masih ditemukan kegiatan perkuliahan di gedung RKB tersebut.


Namun tidak hanya perkuliahan yang membuat RKB masih “membara”. Akhir pekan identik dengan kegiatan diluar urusan akademis bagi mahasiswa. Mereka suka menggunakan hari Sabtu dan Minggu untuk mengadakan kegiatan ekstra. Ekstra disini dapat berupa unit-unit aktivitas yang mencoba mengembangkan minat dan hobi mahasiswa. Misalnya minat di bidang olahraga, atau berbagai organisasi yang bergerak di beraneka ragam bentuk kegiatan.


Beberapa mahasiswa terlihat bercengkerama di depan ruang Sekretariatan Bersama atau sekber. Mereka asyik membicarakan sebuah atau bahkan banyak tema. Sedangkan beberapa mahasiswa yang lain, lebih memilih untuk membaca surat kabar. Walaupun sedang membaca koran, tetapi si mahasiswa yang bersangkutan kadang masih ikut nimbrung dengan kawan-kawannya yang sedang terlibat obrolan yang seru.


Akhirnya si Jojo datang juga. Mahasiswa berkacamata ini terlihat kuyu dan lelah. Jalannya pelan sambil sedikit membungkukkan badannya. Mungkin itu karena tas di punggungnya yang berisi cukup banyak barang dan berat. Maklum, Jojo baru saja mengakhiri suatu kuliah. Sungguh kasihan dia, hari Sabtu yang seharusnya untuk beristirahat setelah sepekan beraktivitas, masih saja “diganggu” dengan kegiatan kuliah. Padahal ia sudah menapaki semester yang keenam dalam perjalanan akademiknya di FIS.


Namun mimik wajahnya berubah ceria seketika, tatkala mendatangi sekber. Ini dikarenakan sambutan yang hangat dan cukup ramai dari teman-temannya yang sedang duduk di sekitar sekber. Ternyata para mahasiswa yang duduk santai di dekat sekber adalah untuk menunggu kedatangan Jojo. Mereka adalah segenap mahasiswa yang berkecimpung dan aktif pada LPM Perspektif. Begitu pula dengan Jojo.


Selaiknya fakultas lainnya, FIS juga memiliki bermacam-macam organisasi yang bisa menjadi ajang bagi mahasiswa untuk berkumpul maupun mengasah bakat dan kemampuan. Nah, salah satu organisasi tersebut adalah Perspektif. Perspektif adalah sebuah lembaga yang berbentuk semi otonom atau LSO. Bergerak di bidang kejurnalistikan, atau lebih dikenal sebagai lembaga pers mahasiswa (LPM)-nya mahasiswa FIS.


Kegiatan sebuah lembaga pers sudah selazimnya tidak cuma berkutat di seputar pencarian berita atau jurnalistik. Tetapi idealnya juga dilengkapi dengan aktivitas semacam diskusi. Dari diskusi yang dilakukan, diharapkan mampu menjadi wadah bertukar pikiran dan pendapat bagi para anggota.


Kali ini memang terdapat rencana yang dimiliki para anggota Perspektif tersebut, untuk melakukan sebuah diskusi. Diskusi ini mencoba dikemas tidak dengan gaya yang formal. Melainkan dengan gaya ala mahasiswa. Yakni diskusi membahas suatu topik yang dibumbui dengan rujakan. Seperti rujak pada umumnya, penanggung jawab diskusi telah menyediakan makanan dari bermacam-macam buah segar, yang dilengkapi dengan sambal kacang yang cukup legit.


Tidak membuang-buang waktu lagi, diputuskan tempat diskusi berada di bawah tangga gedung Widyaloka. Digelarlah dua karpet besar, dan disajikanlah sepiring besar rujak, berikut sambalnya sebagai dulit-dulitan. Dimulailah diskusi yang kali ini mengangkat tema tentang feature, salah satu kemasan berita di dalam media berbasis cetak.


Nah, sesuai rencana semula, Jojo kebagian sebagai “pembicara” di dalam diskusi yang amat gayeng tersebut. Penunjukan Jojo sebagai narasumber dalam membicarakan feature, mungkin disebabkan pria kurus ini sedang memegang jabatan sebagai koordinator divisi penelitian dan pengembangan (litbang) dari Perspektif. Tetapi bisa juga lantaran Jojo yang sudah berada di semester atas, yang berarti penguasaan ilmu dan teori yang lebih banyak. 


PADAHAL BELUM TENTU. Bisa jadi anggota yang lebih muda dari Jojo, malah mempunyai pengetahuan yang lebih banyak dan luas daripadanya. Terutama dari segi praktis, bukan hanya teori belaka. Sehingga, setiap anggota Perspektif dapat menjadi “narasumber” pada diskusi-diskusi mendatang. Bukan cuma terpaku pada pengurus.


Diskusi pun berjalan seperti laiknya sebuah diskusi. Suasananya hidup, karena tidak cuma sekadar pemaparan tentang apa itu feature. Tetapi juga dihiasi dengan beberapa pertanyaan yang menggelinding dari peserta diskusi ringan ini. Bahkan, tidak hanya Jojo yang berbicara di forum itu. Hampir semua peserta ikut nimbrung. Entah itu bertanya, atau dalam bentuk tanggapan dan opini atas sesuatu yang sedang dibahas.


Diskusi tentang feature tersebut diakhiri tatkala matahari telah bersiap tenggelam di peraduannya. Bunyi gemericik air di kolam bawah tangga Widyaloka turut menemani tuntasnya diskusi Perspektif kali ini. Ditambah bersihnya piring-piring wadah rujak yang tak bersisa sedikitpun.


Yang tersisa adalah kehangatan didalam pertemuan para anggota Perspektif. Semoga diskusi tentang feature tersebut mampu menambah khazanah pengetahuan masing-masing yang hadir di forum tersebut. Dan berujung pada kualitas para anggota LPM Perspektif. Mahasiswa yang (harapannya) sekaligus sebagai seorang jurnalis. (jojo)



Nb: bukan maksud untuk narsis, karena nggak tau harus nulis apa lagi...&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-6510555452915303690?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/6510555452915303690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2009/04/padahal-belum-tentu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/6510555452915303690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/6510555452915303690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2009/04/padahal-belum-tentu.html' title='PADAHAL BELUM TENTU'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-8607724055994376208</id><published>2009-03-21T10:14:00.002+07:00</published><updated>2009-03-21T10:28:01.094+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='travelling purwokerto-jogja'/><title type='text'>Oleh-Oleh dari Purwokerto (part 1)</title><content type='html'>Akhirnya, aku punya waktu untuk menjabani blog-ku lagi.
Seminggu yang lalu, aku baru menghadiri undangan dari Purwokerto.
Benar-benar surprise....!!!!!!


Finally... I have my first book!!! Meski bukan buku hasil tulisanku seratus
persen. Tetapi buku kompilasi atau kumpulan cerpen. Nah, cerpenku yang 
berjudul "Adzan" menjadi salah satu pengisi dalam buku yang berjudul
"Rendezvous di Tepi Serayu".


Aku mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya untuk STAIN Purwokerto,
yang telah menerbitkan buku bertipe sastra ini. Nah, bagi pembaca sekalian,
tunggu dan baca kisah "OLEH-OLEH DARI PURWOKERTO" selanjutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-8607724055994376208?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/8607724055994376208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2009/03/oleh-oleh-dari-purwokerto-part-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/8607724055994376208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/8607724055994376208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2009/03/oleh-oleh-dari-purwokerto-part-1.html' title='Oleh-Oleh dari Purwokerto (part 1)'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-3789051023361030577</id><published>2009-03-08T16:56:00.001+07:00</published><updated>2009-03-08T17:09:20.300+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dapet beasiswa'/><title type='text'>WELCOME TO BEASISWA BKM 2008</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sabar. Sepertinya kata ini yang wajib aku renungkan sekarang. Kurasa, banyak orang mampu berkata tentang sabar. Tidak sedikit orang bisa berbicara tentang kesabaran. Terutama jika sedang menasihati orang lain yang dirasa kurang menunjukkan sikap sabarnya.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Entahlah. Tetapi satu yang pasti, sabar adalah sesuatu hal yang patut aku renungkan sekarang. Mungkin bisa juga menjadi bahan pemikiran buat orang lain, yang kebetulan sedang membaca tulisan ini. Semoga. I hope so.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kebetulan aku berstatus sebagai seorang mahasiswa. Pelajar yang belajar di perguruan tinggi. Pelajar yang menuntut ilmu pada salah satu universitas negeri di Malang, Jawa Timur. Haahh... aku begitu bersyukur menjadi seorang mahasiswa. Karena tempaan pendidikan sejak SD. Terutama pada saat menerima pelajaran tentang sejarah dari bapak dan ibu guru yang terhormat. Sejarah Indonesia sebagai suatu bangsa, tidak bisa terlepas dari kaum pelajar. Terutama kaum mahasiswa. Itulah yang sering didengungkan oleh guru SD-ku dulu.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ungkapan ini tidak sepenuhnya salah. Akupun juga beranggapan seperti itu. Kebangkitan nasional yang berlangsung sejak 20 Mei 1908, terjadi atas rintisan para mahasiswa STOVIA. STOVIA adalah sekolah dokter khusus pribumi di Jakarta. Lalu termasuk revolusi pada sekitar 1966. Tidak bisa dipungkiri, mahasiswa sangat memegang peranan penting dalam fase yang sering disebut sebagai transisi dari orde lama ke orde baru.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Itulah mahasiswa. Sedangkan yang sedang aku rasakan sekarang, kurang lebih sama. Kalau boleh berkata, aku masih merasa menjadi mahasiswa konvensional. Kegiatan akademik lebih penting dari kegiatan diluar aktivitas kampus. Sehingga, perpustakaan menjadi salah satu tempat favoritku di kampus.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tetapi yang jelas, aku tidak ingin men-&lt;i style=""&gt;judge&lt;/i&gt; siapapun dalam hal ini. Bagi teman-teman sesama rekan mahasiswa yang tidak atau kurang setuju dengan pendapatku, ya aku mohon maaf sebelumnya. Karena lagi-lagi kujelaskan, bahwa tulisan ini adalah murni pendapatku. Bukan saduran atau jiplakan dari buah pemikiran orang lain.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sampai juga pada inti hal yang ingin kutuangkan dan ingin kuabadikan kali ini. Karena pada hari Senin, 23 Februari 2009, aku merasakan bahwa kasih sayang Allah SWT sungguh begitu terasa berdesir-desir diatas ubun-ubunku. Karena aku merasa, telah mendapatkan sesuatu yang, kurasa amat identik dengan mahasiswa yang sedang menuntut ilmu.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Apakah itu...??? Yak, tepat!!! Aku memperoleh beasiswa...???!!! Imagine....??!! Bagiku, ini adalah buah kesabaran yang telah kulakukan sejak aku menjadi seorang mahasiswa hampir tiga tahun yang lalu. Sekadar tahu saja, aku sudah berusaha untuk mendapatkan yang namanya beasiswa sejak aku memasuki semester 2 kuliahku. Alhamdulillah.... setelah sekian lama menunggu, aku berhasil mendapatkan sebuah beasiswa untuk pertama kalinya dalam sejarah hidupku. Tepatnya pada hari dan tanggal yang sudah kusebutkan diatas.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Terserah. Mau berkomentar apa buat tulisanku ini. Namun yang pasti, aku begitu bahagia. Dan bersyukur pastinya pada Allah SWT atas karunia-Nya yang begitu melimpah buatku. Alhamdulillah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sampai aku menulis ini, aku tidak tahu berapa besaran beasiswa yang kudapat. Namun satu yang pasti, beasiswa ini menjadi semangat dan cambuk buatku untuk bergerak lebih baik. Memanfaatkan amanah ini dengan bertanggung jawab. Amin...!!!!!!!!!&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Perihal beasiswa apa yang pertama kuperoleh ini, berdasarkan pengumuman yang kubaca di fakultasku, nama beasiswa itu adalah Beasiswa BKM 2008. Congratulations...!!! Selamat...!!! Sekali lagi selamat...!!!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-3789051023361030577?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/3789051023361030577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2009/03/welcome-to-beasiswa-bkm-2008.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/3789051023361030577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/3789051023361030577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2009/03/welcome-to-beasiswa-bkm-2008.html' title='WELCOME TO BEASISWA BKM 2008'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-8635139400425643451</id><published>2009-01-29T12:24:00.005+07:00</published><updated>2009-02-10T13:52:16.302+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengumuman pemenang lomba cerpen'/><title type='text'>PENGUMUMAN PEMENANG DAN NOMINATOR LOMBA CERPEN BERTEMA “RELIGIUSITAS-CINTA” BEM-STAIN PURWOKERTO</title><content type='html'>Setelah dilakukan proses seleksi terhadap 434 cerpen yang masuk untuk mengikuti lomba, maka dewan juri memutuskan cerpen yang menjadi pemenang dan nominator adalah sebagai berikut.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;/blockquote&gt;
Juara:
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;1. “Pulung” karya Mahwi Air Tawar dari mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta; &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;2. “Prada” karya Agus Hariyanto dari IAIN Walisongo Semarang; &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;3. “Ada Melati dalam al-Qur’an” karya Eko Triono dari Universitas Negeri Yogyakarta;

&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Nominator:
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

4. “Rangkaian Sepatu” karya Wita Dwi Maharani Putri dari Universitas Negeri Jakarta;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;5. “Lanang Utara” karya Isni Ekowati dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;6. “Bunga Tidur untuk Istri” karya Azizah Hefni dari Universitas Islam Negeri Malang;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;7. “Klise” karya R.D. Zaki F. dari Institut Pertanian Bogor;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;8. “Sebuah Paket di Suatu Subuh” karya Salman Rusydie Anwar dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;9. “Perempuan dalam Beranda” karya Andi Dwi Handoko dari Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;10. “Kereta Ini Keretamu Juga, Mayu” karya Fitra Firdaus Aden dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;11. “Gantung Diri” karya Eka Retnosari dari Universitas Pendidikan Indonesia Bandung;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;12. “Kedahsyatan Cinta Layla” karya Ahmad Khairul Anam dari IAIN Walisongo Semarang;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;13. “Dalam Hujan Kenangan” karya Faisal Syahreza dari Universitas Pendidikan Indonesia Bandung;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;14. “Kalimat yang Tak Pernah Mati di Ujung senja” karya Matroeny el-Moezany dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;15. “Ruh yang Tergantung di Antara Langit dan Bumi” karya Ummu Rasya dari Universitas Muhammadiyah Uhamka Jakarta;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;16. “Bidadari Bergaun Luka” karya Guntur Alam dari Universitas Islam ’45 Bekasi;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;17. “Sebelum Akhir Bulan Desember” karya F. Rizal Alief dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;18. “Sepotong Cinta dalam Kardus” karya Abdul Aziz Rasjid dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;19. “Gadis Kecil di Perempatan Lampu Merah” karya Alizar Tanjung dari IAIN Imam Bonjol Padang;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;20. “Mencarinya di Belantara Ingatan” karya Niduparas Erlang dari Untrita Banten;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;21. “Tak Semanis Kolak Ibu” karya Saeful Anwar dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;22. “Kyai Ali” karya Fairuzul Mumtaz dari Universitas Negeri Yogyakarta;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;23. “Bocah Surga” karya Siti Machmiyah dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Purwokerto;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;24. “Mengapa Aku Tak Menjadi Bumi” karya Gayuh Istikmal dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;25. “Oki Sandra Yunita” karya Teguh Akbar Hidayat dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Purwokerto;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;26. “Adzan” karya Johar Dwiaji Putra dari Universitas Brawijaya Malang;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;27. “Batu-batu Pecah” karya K.F. Fourina dari Universitas Negeri Yogyakarta;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;28. “Menghakimi Sunyi” karya Abdulloh Amir Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Purwokerto;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;29. “Istikharah” karya Angg Aryo Wiwaha dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Purwokerto;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;30. “Karena Cinta Aku Bersyahadat” karya Siti Aminah dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Purwokerto.


&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Keputusan Dewan Juri di atas bersifat mengikat dan tidak bisa diganggu gugat. Selanjutnya, para pemenang dan nominator akan dihubungi panitia untuk diundang dalam kegiatan Launching Buku para pemenang dan nominator dan Serah Terima Penghargaan pada tanggal : 14 Maret 2009 di STAIN Purwokerto, Jl. A. Yani No. 40 A Purwokerto.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
Selamat bagi para pemenang dan nominator.


&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Dewan Juri:Drs. Ahmadun Yosi HerfandaAbdul Wachid B.S., S.S., M.Hum.Heru Kurniawan, S.Pd. M.A.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-8635139400425643451?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/8635139400425643451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2009/01/pengumuman-pemenang-dan-nominator-lomba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/8635139400425643451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/8635139400425643451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2009/01/pengumuman-pemenang-dan-nominator-lomba.html' title='PENGUMUMAN PEMENANG DAN NOMINATOR LOMBA CERPEN BERTEMA “RELIGIUSITAS-CINTA” BEM-STAIN PURWOKERTO'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-1162129118578122453</id><published>2009-01-24T11:15:00.004+07:00</published><updated>2009-01-24T11:45:24.011+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='laporan langsung'/><title type='text'>UKLAM TAHES DI AWAL 2009</title><content type='html'>MALANG – Banyak cara yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk lebih mendekatkan diri dengan rakyat yang dipimpinnya. Misalnya menyelenggarakan berbagai acara yang bertujuan untuk merekatkan kedekatan antara masyarakat umum dengan kalangan eksekutif di pemerintahan. Salah satunya adalah acara jalan sehat yang kemarin berlangsung di Bundaran Jalan Simpang Balapan, Kota Malang.





&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

Acara jalan sehat pada hari Minggu, 18 Januari 2008 ini bertajuk “Uklam Tahes Menuju Indonesia Sehat 2010”. Sekitar dua ribu masyarakat seantero Kota Malang tumpah ruah pada acara yang dimulai sekitar pukul 05.30 WIB tersebut. Walikota Malang Peni Suparto beserta jajaran muspida Kota Malang juga menghadiri jalan sehat yang berlangsung sangat meriah ini.
Melimpahnya hadiah dan doorprice yang disediakan oleh penyelenggara menjadi ketertarikan utama bagi masyarakat untuk mengikuti acara jalan sehat ini. Apalagi gawe pemerintah kota Malang tersebut dilangsungkan pada hari Minggu pagi, sehingga masyarakat sekalian memanfaatkannya untuk refreshing. Bahkan, peserta jalan sehat juga disuguhi panggung hiburan musik yang dihiasi beberapa penyanyi dangdut lokal. Tidak cuma itu, saat Pak Peni yang merupakan walikota Malang membuka acara jalan sehat ini, kelompok kesenian Reog Ponorogo turut menyapa peserta jalan sehat.





&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

Rute yang dilalui oleh para peserta jalan sehat ini dimulai dari kawasan Bundaran Jalan Simpang Balapan. Kemudian berlanjut melewati Jalan Ijen sebelah timur hingga depan Perpustakaan Kota dan Monumen Bunga. Lalu berbelok kearah barat dan berjalan di ruas Jalan Ijen sebelah barat. Iring-iringan berbelok ke Jalan Wilis, di samping Museum Brawijaya.
Perjalanan jalan sehat belum berakhir. Setelah melewati Jalan Wilis, lalu berbelok ke Jalan Simpang Wilis dan berlanjut melalui Jalan Gede. Kemudian rute diteruskan dari Jalan Gede menuju Jalan Simpang Ijen dan kembali lagi ke area pusat acara di Bundaran Simpang Balapan.





&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

Dengan iming-iming hadiah undian seperti sepeda motor, lemari es, sepeda gunung, kompor gas, TV berwarna, DVD Player, beserta ratusan doorprice menarik, membuat para peserta jalan sehat mengikuti acara dengan antusias. Apalagi kupon undian yang hanya berharga 2.500 rupiah, terjangkau bagi semua kalangan masyarakat. Potongan kupon undian tersebut dimasukkan kedalam kotak-kotak yang telah disediakan oleh panitia di titik sebelum garis finish di Bundaran Simpang Balapan.





&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

Gerak jalan Uklam Tahes Menuju Indonesia Sehat 2010 ini diselenggarakan atas kerjasama dari Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kota Malang. Sebagai sponsor utama adalah Decofresh, sebuah merek dagang produk cat tembok kenamaan.







&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/SXqaOnuX5pI/AAAAAAAAACw/PXfEtpO-mOA/s1600-h/pengundian+kupon+dalam+Uklam+Tahes.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294713887899772562" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 311px; CURSOR: hand; HEIGHT: 224px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/SXqaOnuX5pI/AAAAAAAAACw/PXfEtpO-mOA/s320/pengundian+kupon+dalam+Uklam+Tahes.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;

Setelah peserta kembali ke tempat panggung utama berada, acara jalan sehat dilanjutkan dengan hiburan rakyat yang berupa musik dangdut. Termasuk dengan pengundian kupon yang menjadi bagian acara yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Pembagian hadiah dan doorprice bagi peserta jalan sehat tidak hanya dilakukan dengan pengundian kupon. Tetapi termasuk juga dengan dibagi-bagikannya bingkisan-bingkisan yang dibalut kertas berwarna coklat, yang dilempar-lemparkan penyelenggara. Sehingga jika ingin mendapatkan bingkisan itu, para peserta jalan sehat harus berebutan dan berlompatan untuk menangkap bingkisan yang “terbang” dari arah panggung.





&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

Sebagai salah satu warga Kota Malang dan peserta jalan sehat kemarin, penulis berharap agar pemerintah daerah menambah jenis acara rakyat seperti ini. Hal ini tidak lain cuma agar pemerintah lebih dekat dengan rakyat yang dipimpinnya. Sekaligus rakyat yang mestinya dilayani oleh pemerintah dengan baik. Semoga acara jalan sehat tersebut bisa kembali diselenggarakan dalam waktu dekat. Karena acara-acara seperti ini adalah bentuk hiburan murah yang mampu dijangkau oleh semua kalangan masyarakat.





&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

VIVA BUMI AREMA….!!!!




&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;
SALAM AREMANIA………….. (joejoe tiada duanya!!)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-1162129118578122453?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/1162129118578122453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2009/01/uklam-tahes-di-awal-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/1162129118578122453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/1162129118578122453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2009/01/uklam-tahes-di-awal-2009.html' title='UKLAM TAHES DI AWAL 2009'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/SXqaOnuX5pI/AAAAAAAAACw/PXfEtpO-mOA/s72-c/pengundian+kupon+dalam+Uklam+Tahes.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-7639031255681498655</id><published>2009-01-08T15:37:00.004+07:00</published><updated>2009-01-08T16:00:53.257+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini pribadi'/><title type='text'>BBM Langka di Awal Tahun 2009</title><content type='html'>Fiuhhh.... akhirnya menulis lagi di blog. Seperti biasa, menulis di tengah-tengah kondisi warung internet yang kadang cukup bising karena dentuman musik dari meja pemilik warnet. Kayak di diskotik aja...... (kayak udah pernah masuk ke diskotik.....). &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;




Yang jelas, di awal tahun 2009 ini, kita sebagai makhluk yang beradab haruslah tetap memegang pedoman bahwa hidup tidak hanya sendirian di muka bumi yang luas ini. Tetapi masih banyak orang dan individu lain yang berada di sekitar kita. Setujuuu....??!!! &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;




Jika kita mengamati awal tahun baru ini, di dalam negeri sedang terjadi yang namanya kelangkaan bahan bakar minyak alias BBM bersubsidi. Bahkan, bagi penulis yang tinggal di bumi Malang raya di pelosok Jawa Timur, juga kerap menemukan SPBU yang kosong oleh BBM dan petugas pengisian. Yang ada malah kita disambut oleh tulisan yang amat menyedihkan bagi kita yang memiliki kendaraan bermotor, yang kebetulan sudah waktunya harus segera diisi bahan bakarnya. Apa lagi kalau bukan tulisan yang membuat hati dan jiwa ketar-ketir: BBM HABIS. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;




Yahh.... mau bagaimana lagi.....??!! Apakah memang benar, bila kelangkaan BBM ini karena ulah para petinggi di Pertamina yang kurang maksimal dalam kinerjanya.....?!
Semoga itu tidak benar. Namun jika memang benar, apakah para petinggi di perusahaan minyak milik negara itu tidak sadar, bila BBM adalah salah satu barang kebutuhan yang hajat hidupnya sungguh penting. Terutama mencakup hampir seluruh rakyat di seantero nusantara....?? &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;




Haahhh.... ditengah-tengah suasana dingin oleh karena hujan lebat yang masih mengguyur kota Malang yang tercinta, penulis membubuhkan tulisan pembuka di tahun 2009 ini. Semoga para pembaca, atau setidaknya para netters yang sering menghabiskan waktunya di hadapan dunia maya, untuk selalu membaca tulisan yang sudah penulis upload. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;




Tidak cuma membaca, namun juga memberikan komentar dan feedback lainnya kepada penulis. Tentunya, hanya Anda temukan di blog: &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;




JOEJOEHIPHIPHURA.BLOGSPOT.COM......!!!!!!!!!!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-7639031255681498655?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/7639031255681498655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2009/01/bbm-langka-di-awal-tahun-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/7639031255681498655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/7639031255681498655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2009/01/bbm-langka-di-awal-tahun-2009.html' title='BBM Langka di Awal Tahun 2009'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-8568327634928051961</id><published>2008-11-17T10:55:00.003+07:00</published><updated>2008-11-17T11:05:09.634+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penyiaran'/><title type='text'>Reg Primbon dan Manjur Kena Stop</title><content type='html'>KPI Pusat hari Senin, 27 Oktober 2008, kembali melayangkan surat teguran yang meminta semua stasiun TV untuk tidak menayangkan iklan Reg 9554 Primbon "Raden Bagus Wahyu" serta Reg 9877 Primbon "Drs. H. Imam Soeroso, MM. MBA". Kedua program SMS Premium ini mengklaim dapat melihat kecocokan nasib seseorang berdasarkan hari lahirnya. Selain kedua Reg Primbon, surat ini juga meminta stasiun TV untuk tidak menayangkan REG 9877 Manjur "Drs. H. Imam Soeroso. MM. MBA", yang memiliki isi yang hampir sama. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;


Dalam surat teguran yang ditandatangani oleh Ketua KPI Pusat Sasa Djuarsa Sendjaja ini, KPI Pusat menngganggap ketiga program SMS Premium ini melanggarUndang-undang No.32 Tahun 2002 tentang Penyiaran pasal 36 yang berbunyi “Isi siaran dilarang menonjolkan unsur kekerasan, cabul, perjudian, penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang." Selain itu program ini juga dianggap melanggar pasal 9 ayat (1) Standar Program Siaran (SPS) yang menyebutkan Program dan promo program faktual yang bertemakan dunia gaib, paranormal, klenik, praktek spiritual magis, mistik, kontak dengan roh, hanya dapat disiarkan pukul 22.00-03.00 sesuai dengan waktu stasiun yang menayangkan. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

Sumber: www.kpi.go.id
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-8568327634928051961?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/8568327634928051961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2008/11/reg-primbon-dan-manjur-kena-stop.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/8568327634928051961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/8568327634928051961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2008/11/reg-primbon-dan-manjur-kena-stop.html' title='Reg Primbon dan Manjur Kena Stop'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-6202061164968131777</id><published>2008-11-10T20:54:00.003+07:00</published><updated>2008-11-17T10:46:15.936+07:00</updated><title type='text'>Demokrat VS Republik</title><content type='html'>Bila di dalam negeri kita dihiruk-pikukkan dengan berbagai kegiatan pilkada di daerah dan manuver-manuver oleh berbagai calon dan partai politik untuk menuju pemilu 2009, maka salah satu berita yang mencuat ke permukaan dan menjadi pembicaraan hangat dari luar negeri adalah rentetan proses pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) yang baru. Dua partai pada sistem politik di AS terlibat dalam pertarungan seru menjelang pilpres November mendatang. Mereka adalah Partai Republik yang untuk saat ini memegang tampuk kepemimpinan lewat tangan George W. Bush. Sedangkan yang kedua adalah Partai Demokrat. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;


Sebelum berbicara lebih mendalam tentang pilpres negara yang beribukota di Washington DC itu, terlebih dahulu kita dapat menganggap bahwa proses pilpres di AS yang memakan waktu cukup panjang ini adalah sebuah topik yang menarik untuk dikaji. Ditelaah dari sisi politik luar negeri maupun dari sisi sosial budaya. Pilpres di AS memang meliputi tahapan yang berliku-liku. Mulai dari pemilihan intern kandidat presiden dari masing-masing partai. Setelah setiap partai sudah punya jagoan, maka baru disusul pertandingan antara kedua calon tersebut untuk berusaha mencari simpati dan suara rakyat AS untuk memimpin selama empat tahun kedepan. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;


Di kubu Republik, pada pilpres 2008 ini telah mempunyai calon yang akan terjun. Dia adalah John McCain. McCain memperoleh kursi calon dari Republik tidak terlalu membutuhkan waktu yang lama. Berbeda dengan kandidat presiden dari ranah Demokrat. Demokrat membutuhkan waktu yang lebih lama ketimbang Republik untuk memastikan calon presidennya. Hillary Clinton berjibaku untuk bersaing dengan Barack Obama dalam perebutan kandidat presiden dari Demokrat. Dan ternyata Barack Obamalah yang memenangkan pertarungan ini dan bersiap menjadi rival John McCain. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;


Tampilnya Obama pada percaturan politik di AS menjadi sebuah hal yang serasa istimewa. Obama yang bisa dikatakan berasal dari golongan muda dalam urusan politik (46 tahun), menjadi hal pertama yang membentuk daya tarik politiknya. Apalagi ia adalah calon presiden pertama yang memiliki keturunan “darah” yang bukan berasal dari ras yang selalu mendominasi pilpres AS. Padahal AS adalah negara yang sangat lantang menyuarakan penegakan HAM. Sehingga hal ini menjadi semacam sinyal untuk menunjukkan bahwa politik yang dibumbui faktor rasial di AS akan segera terdegradasi sedikit demi sedikit. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;


Dari segi politik luar negeri, pilpres AS yang mempertemukan Obama dan McCain ini amatlah penting. Mengingat AS sampai saat ini adalah negara adidaya yang memegang peranan cukup dominan di hampir setiap urusan internasional. Kebijakan pemimpin AS dapat menjadi pengaruh yang lumayan signifikan dalam berbagai polemik di belahan dunia manapun karena kuku-kuku tajam AS yang kuat menancapkan pengaruhnya di hampir seluruh sudut dunia. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;


Melihat dari visi dan misi yang diajukan, khususnya pada kebijakan luar negeri, maka publik dunia internasional lebih mengharapkan Obama tampil sebagai presiden AS daripada McCain. Dari satu masalah seperti tentang Irak contohnya. McCain dari Republik diindikasi akan meneruskan kebijakan Bush untuk tetap mempertahankan pasukan militer di Irak. Sedangkan Obama dari Demokrat berjanji akan menarik pasukan dari Irak dalam kurun 16 bulan sejak menjabat presiden. (Media Indonesia edisi siang, 5/6/2008) &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;


Tampaknya pilpres di AS tersebut akan semakin menarik, mengingat sebentar lagi kedua calon akan menentukan pasangannya di pilpres nanti. Perhatian akan mengerucut pada siapa diantara Obama dan McCain yang akan menjadi penguasa The White House mulai 20 Januari 2009 nanti. Kita tunggu saja. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;


Dan ternyata, Obamalah sang presidennya...!!!






&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-6202061164968131777?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/6202061164968131777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2008/11/demokrat-vs-republik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/6202061164968131777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/6202061164968131777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2008/11/demokrat-vs-republik.html' title='Demokrat VS Republik'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-2984925287398609748</id><published>2008-10-29T13:30:00.006+07:00</published><updated>2008-11-10T20:50:39.653+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng membawa hikmah'/><title type='text'>RUPIAH MELEMAH TERHADAP DOLAR AS, sesuatu yang seharusnya tidak kulakukan</title><content type='html'>Aku bingung, apa yang harus kulakukan bila kantung di belakang celana sedang menipis. Sedangkan banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Mahasiswa seperti diriku adalah mahasiswa yang termasuk ke dalam golongan mahasiswa yang menurut dosenku adalah mahasiswa yang sebagian biayanya disubsidi oleh pemerintah. Benarkah....??? &lt;em&gt;wallahu 'alam&lt;/em&gt;. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;


Salah satu kebutuhan seorang mahasiswa adalah pergi ke warnet. Tentu saja ke warung internet ini untuk mencari bahan-bahan tugas dan materi kuliah yang tidak bisa didapatkan di buku atau fasilitator lainnya. Namun bagaimana jika komputer milik umum yang sedang kebetulan kita tempati ini, kurang nyaman lantaran ada gangguan virus yang menyebabkan kinerja network menjadi lamban....??? &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;


Itulah yang sedang kurasakan sekarang. Yah, nasib. Belum punya laptop untuk membuat &lt;em&gt;line &lt;/em&gt;internet sendiri, maka dari itulah lari ke warnet. Itulah nasib yang sedang dan harus kujalani sekarang. Ya Allah...... seharusnya hamba bersyukur dan tidak mudah mengeluh atas berbagai cobaan yang sedang mendera dikala menempuh studi. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;


Bagaimana pendapatmu....??? &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;


&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Rupiah lagi melemah euy.....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-2984925287398609748?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/2984925287398609748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2008/10/rupiah-melemah-terhadap-dolar-as.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/2984925287398609748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/2984925287398609748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2008/10/rupiah-melemah-terhadap-dolar-as.html' title='RUPIAH MELEMAH TERHADAP DOLAR AS, sesuatu yang seharusnya tidak kulakukan'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-8829133027652106339</id><published>2008-10-15T21:11:00.003+07:00</published><updated>2008-10-17T11:06:35.269+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='imagination'/><title type='text'>"Ayat-Ayat Cinta" di Surabaya</title><content type='html'>Sengaja saya memberi judul diatas, sebagai "Ayat-Ayat Cinta" di Surabaya. Karena terus terang, saya adalah salah satu dari pengagum novel karya Habiburrahman El Shirazy itu. Saya juga cukup menyukai bentuk audio-visual alias filmnya, yang dibesut oleh Hanung Bramantyo. Namun, apa hubungan Ayat-Ayat Cinta dengan ibukota Jawa Timur tersebut? &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

Mungkin bagi Anda yang juga pengagum Ayat-Ayat Cinta, atau setidaknya pernah membaca novelnya, akan mengetahui kalau permulaan cerita Fahri di kota seribu menara itu diawali dengan setting yang menunjukkan bahwa Mesir sedang berada dalam musim panas. Pada bab pertama, judul yang dibuat Kang Abik adalah "Gadis Mesir yang bernama Maria". Di paragraf-paragraf awal, dipaparkan bila keadaan Cairo sedang panas-panasnya. Ya Allah... ingin rasanya mengunjungi kota yang dijuluki pusat peradaban Arab ini. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

Di awal-awal kisah novel yang filmnya sangat booming pada awal 2008 ini, juga disebutkan bahwa suasana Cairo pada bulan Agustus itu sungguh seperti menguapkan bau neraka. Udara panas dan asupan debu datang menyapu daratan delta Nil secara bergulung-gulung. Dan yang lebih mencengangkan adalah disebutkan di dalam novel, kalau menurut perkiraan cuaca, suhu kota Cairo mencapai 41 derajat celcius!!! Wow... panas banget ikuuu.... &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

Terus, ada hubungan apa antara uraian diatas dengan Surabaya. Sebenernya nggak terlalu ada sih..., tapi diada-adain aja yaaa??!!! &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

Beberapa hari yang lalu, saya melihat tayangan berita di TV, dan salah satu beritanya menyebutkan bahwa Surabaya sedang dilanda cuaca yang kurang nyaman. Menurut pengukuran suhu udara yang dilakukan pihak terkait, suhu di Surabaya mencapai 37 derajat celcius!!! Wuiihhh.... sama kayak suhu badan kita la'an waktu sehat...??? &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

Emang sih, Surabaya terletak di pinggir pantai. Jadi gak heran kalau cuacanya panas banget kayak gitu. Tapi, ini kan udah bulan Oktober. Biasanya bulan segini udah masuk musim penghujan. Tapi wallahu 'alam... &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

Cuaca memang sudah ada yang ngatur. Cuma kita yang harus melakukan tindakan preventif untuk menghadapi segala cuaca yang ada di depan mata. Jadi, imajinasiku kali ini, bila sedang menapakkan kaki di bumi Suroboyo, terutama dalam minggu-minggu ini, maka tak ubahnya berada dalam setting Cairo yang berhasil dibangun dengan apik oleh Kang Abik dalam AAC. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

Surabaya bagaikan Cairo. Kenjeran bagaikan Alexandria. Stasiun Gubeng bagaikan &lt;em&gt;mahattah&lt;/em&gt; metro di Cairo. Kali Mas bagaikan aliran sungai Nil. Unair atau ITS bagaikan Al Azhar. Serasa panas yang seakan-akan berada diantara cuaca panas di bumi para nabi. Siapakah yang jadi "Fahri"-nya Surabaya ini...??? &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;

Andakah...?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-8829133027652106339?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/8829133027652106339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2008/10/ayat-ayat-cinta-di-surabaya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/8829133027652106339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/8829133027652106339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2008/10/ayat-ayat-cinta-di-surabaya.html' title='&quot;Ayat-Ayat Cinta&quot; di Surabaya'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-1788493461600381849</id><published>2008-09-28T12:23:00.002+07:00</published><updated>2008-09-28T16:16:43.029+07:00</updated><title type='text'>Tugas Hari Raya Pertekom</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tugas hari raya &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Perkembangan Teknologi Komunikasi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; diberikan oleh Bu Tiwi pada Jumat, 26 September 2008. Tugasnya individu dan dikumpulkan setelah Lebaran. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Membuat paper untuk menanggapi dua pernyataan di bawah ini. Menurut Anda, benar atau tidak kedua pernyataan di bawah. Jelaskan dan lengkapi jawaban Anda dengan alasan dan argumen untuk menguatkan pendapat Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;1. Tulisan merupakan suatu penemuan yang hebat dan besar, bahkan melebihi penemuan komputer saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;2. Surat kabar dikatakan ikut ambil bagian dalam mempercepat dan menstabilkan ekonomi atau sebaliknya.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-1788493461600381849?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/1788493461600381849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2008/09/tugas-hari-raya-pertekom.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/1788493461600381849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/1788493461600381849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2008/09/tugas-hari-raya-pertekom.html' title='Tugas Hari Raya Pertekom'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-1183378970463694194</id><published>2008-09-24T12:50:00.003+07:00</published><updated>2008-10-07T12:56:04.024+07:00</updated><title type='text'>Lomba Puisi dan Esai Pemuda Perhimpunan Inti Jatim 2008</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.jawapos.co.id/mingguan/index.php?act=detail&amp;amp;nid=23982"&gt;http://www.jawapos.co.id/mingguan/index.php?act=detail&amp;amp;nid=23982&lt;/a&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Menyambut peringatan 80 Tahun Sumpah Pemuda, Perhimpunan Indonesia Tionghoa ''INTI'' Jatim mengadakan lomba cipta puisi dan esai tentang kebangsaan untuk pelajar dan mahasiswa (harus dilampiri fotokopi kartu pelajar atau kartu mahasiswa) se-Jawa Timur. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Karya harus orisinal dan belum pernah dipublikasikan. Untuk cipta puisi, naskah rangkap tiga dengan format bebas. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Sedangkan untuk naskah esai, maks. 5.000 karakter, times new roman 12 dengan spasi 1/5, dikirim rangkap tiga. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Pengiriman naskah paling lambat 18 Oktober 2008 di Sekretariat INTI, Jl Karet 21-23 Surabaya, telp. 031-3521569 , faks. 031-3532762. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Naskah akan dinilai juri Sapardi Djoko Damono dan Budi Darma. Juara I-III puisi mendapatkan hadiah Rp 1,5 juta, Rp 1 juta, dan Rp 750 ribu. Sedangkan juara I-III esai mendapatkan hadiah Rp 2,5 juta, Rp 2 juta, dan Rp 1,5 juta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-1183378970463694194?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/1183378970463694194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2008/09/lomba-puisi-dan-esai-pemuda-perhimpunan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/1183378970463694194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/1183378970463694194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2008/09/lomba-puisi-dan-esai-pemuda-perhimpunan.html' title='Lomba Puisi dan Esai Pemuda Perhimpunan Inti Jatim 2008'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-1907015710882241909</id><published>2008-09-16T21:20:00.005+07:00</published><updated>2008-10-07T12:57:59.356+07:00</updated><title type='text'>Sweet Memories From Childhood</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/SM_EX0M8mII/AAAAAAAAAB8/CSw2KA5HRUQ/s1600-h/laskar+pelangi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246628004338899074" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/SM_EX0M8mII/AAAAAAAAAB8/CSw2KA5HRUQ/s320/laskar+pelangi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;div&gt;Resensi novel :


&lt;div&gt;
&lt;div&gt;

&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div&gt;
Judul : Laskar Pelangi
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka, Yogyakarta
Halaman : xi + 529 halaman


&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div&gt;






 &lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div&gt;

Kata orang, masa kanak-kanak adalah masa yang paling menyenangkan. Kata orang juga, masa kecil seseorang beserta segala hal yang terjadi di dalamnya, memberikan kontribusi yang besar dalam membentuk mental dan pribadi seseorang tersebut. Mungkin itu benar adanya, setidaknya bisa kita tengok pada buku yang di sampul depannya tertulis Indonesia’s Most Powerful Book, sebuah novel yang berjudul Laskar Pelangi, karya Andrea Hirata. Andrea Hirata mencoba menceritakan masa kecilnya dengan sangat indah dan menarik dalam bentuk sebuah buku, lebih tepatnya novel.
Laskar Pelangi, itulah nama sebuah kelompok yang anggotanya terdiri dari Andrea Hirata kecil dan teman-temannya semasa menuntut ilmu di sekolah Muhammadiyah, di pelosok pulau Belitung, yang sekarang masuk ke dalam wilayah provinsi Bangka Belitung. Menghabiskan masa kecil dengan bersekolah di sekolah Muhammadiyah, yang menurut Andrea adalah sekolah kampung yang miskin dan sering diremehkan. Bahkan juga menurut Andrea, menghabiskan waktu di gedung sekolah yang sangat memprihatinkan dan lebih mirip gudang penyimpan kopra ini, tidak menyurutkan langkah para anggota Laskar Pelangi untuk maju dan mencapai cita-citanya masing-masing.
Sebuah kisah yang unik, khas, menggetarkan, dan terlebih jika boleh hiperbola adalah kisah yang menginspirasi. Membaca Laskar Pelangi, seolah kita diajak untuk menjejaki tanah Belitung yang kaya dengan sumber daya timahnya. Pesisir pantai dan gunung-gunung di Belitung yang menjadi saksi berbagai peristiwa dan pengalaman seru anggota-anggota Laskar Pelangi ketika masih berusia SD dan SMP. Cerita dan peristiwa yang mengiringi perjalanan anak-anak pulau di timur Sumatra, yang tidak menjadikan keterbatasan dan kemiskinan sebagai penjara. Namun malah menjadikannya sebagai petualangan yang mungkin tidak semua dari kita pernah mengalaminya.
Di novel ini, kita dapat mengetahui bagaimana ketimpangan dalam dunia pendidikan. Sekolah swasta yang benar-benar harus mandiri tanpa bantuan dari pemerintah. Namun disinilah kehebatan dari kemandirian sekolah swasta yang dalam hal ini diwakili oleh sekolah Muhammadiyah yang menjadi ladang ilmu bagi Laskar Pelangi. Sosok guru yang menjadi seseorang yang harusnya digugu dan ditiru dapat ditemukan pada tokoh Bu Mus yang menjadi guru dari Ikal, Lintang, Mahar, Sahara, dan anggota lain Laskar Pelangi. Ikal sendiri tidak lain dan tidak bukan adalah penulis dari novel tetralogi ini, Andrea Hirata.
Pengalaman masa kecil yang ditulis dengan bahasa yang cukup ringan. Apalagi di Laskar Pelangi, Andrea menuliskan tentang petualangan cintanya sewaktu masih bau kencur. Ya, tokoh A Ling yang hanya muncul di beberapa bab memang menjadi cinta pertama dari Andrea, begitu tulisnya. Membaca bagian ini, benak serasa melayang melalui lorong waktu untuk mengingat-ingat kembali berbagai memori manis dan lucu, ketika kita masing-masing masih kecil. Mengingat cinta monyet yang kebanyakan memang datang menghampiri saat masih lugu-lugunya di bangku sekolah dasar.
Bagaimana kelompok Laskar Pelangi bertualang di hutan, sungai, bahkan ke gunung. Sebuah hal yang sepertinya jarang ditemukan lagi pada generasi anak-anak Indonesia zaman sekarang. Mereka lebih mengenal komputer, play station, video game, dan sejenisnya untuk bermain melepas penat. Kontradiktif dengan narasi dalam Laskar Pelangi yang jauh lebih menunjukkan persaudaraan dan kebersamaan antarsebaya. Misalnya ketika kelompok Laskar Pelangi kemah bersama saat liburan tiba, atau sekadar duduk di bawah pohon filicium yang menjadi tempat favorit bagi kelompok ini untuk rapat dan berkumpul.
Berbicara tentang pohon filicium, nama ini hanya salah satu dari sekian banyak istilah asing yang mewakili banyaknya tumbuhan dan binatang yang ditulis secara lengkap dan bergaris miring oleh Andrea. Rupanya Andrea Hirata adalah sesosok yang sangat tertarik dan bisa jadi amat paham dengan istilah-istilah yang sangat membumi di ranah biologi tersebut. Setidaknya ketika kita menikmati Laskar Pelangi, kita dapat refresh kembali ingatan kita pada pelajaran biologi yang telah kita lahap pada masa SD, SMP, dan SMA lampau.
Salah satu hal yang juga patut menjadi perenungan setelah membaca Laskar Pelangi adalah sekolah memang hanya menjadi mediator dalam proses transaksi pelajaran. Berhasil tidaknya kita di sekolah, tergantung masing-masing kita dalam berusaha dan berjuang. Buktinya pada tokoh Lintang, salah satu sahabat Andrea, yang sangat jenius dan berhasil membawa sekolah Muhammadiyah menjuarai lomba cerdas cermat dengan begitu fenomenal. Ternyata power dari kesederhanaan dan ketekunan lagi-lagi ditunjukkan di dalam novel laris ini.
Laskar Pelangi sepertinya memang dibuat untuk bahan pembelajaran bagi kita tentang sweet memories from childhood. Kenangan indah masa kecil yang masih alami dan tidak dibuat-buat. Begitu polos dan cakrawala pengetahuan kita menjadi lebar karena secara tidak langsung kita dapat mengetahui bahwa ada peradaban di bumi Belitung. Terlebih di pulau itu, ada satu kelompok pada masa kecil yang menamakan dirinya Laskar Pelangi, yang mempunyai kisah menggoda dan penuh hikmah.
Sebuah novel yang pas dibaca oleh siapapun. Kisah yang universal namun sarat dengan budaya dan tradisi lokal yang arif. Ternyata memang benar, masa kecil yang susah malah membuat seseorang menjadi kuat di kala dewasanya. Mungkin pendapat ini bisa saja salah, tetapi novel Laskar Pelangi telah menjadi bukti ampuh bagi Andrea Hirata, bahwa spirit masa kecil dapat menghasilkan sebuah kekuatan untuk selangkah lebih maju. Seperti disebutkan dalam novel ini, Andrea ingin membangun kemampuan menulis yang dapat mendatangkan kemapanan. Laskar Pelangi sedikit banyak telah membuktikannya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-1907015710882241909?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/1907015710882241909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2008/09/sweet-memories-from-childhood.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/1907015710882241909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/1907015710882241909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2008/09/sweet-memories-from-childhood.html' title='Sweet Memories From Childhood'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/SM_EX0M8mII/AAAAAAAAAB8/CSw2KA5HRUQ/s72-c/laskar+pelangi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-8281164423214181658</id><published>2008-09-15T10:45:00.004+07:00</published><updated>2008-09-15T11:12:16.410+07:00</updated><title type='text'>Tulisan pertama yang tercantum di internet</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ini adalah tulisanku yang pertama tampil di halaman internet. Tepatnya di &lt;a href="http://www.surya.co.id/"&gt;www.surya.co.id&lt;/a&gt;, pada tanggal 24 Januari 2008 lalu. Selamat membaca...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Terpaksa Menerobos Palang Pintu Kereta Api"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;

Sebagai pengguna jalan raya yang baik, tentunya kita harus mendahulukan laju dari KA dan sejenak menghentikan kendaraan kita jika kebetulan sedang melewati perlintasan KA yang sedang ditutup karena KA akan melintas. Setiap jalan raya yang dilintasi rel KA selalu dilengkapi dengan palang pintu yang dikontrol oleh petugas di tiap pos penjaga perlintasan KA. Ada pengalaman yang baru saya alami dan mungkin akan mengundang berbagai reaksi, yang berhubungan dengan perlintasan KA ini.
Pada hari Jumat 18 Januari 2008, kurang lebih pukul 07.10 WIB, saya melewati perlintasan KA yang berada di Jalan A. Yani, Malang. Jalan KA itu kebetulan berada di bawah jalan layang (fly over) A. Yani yang juga baru beberapa bulan dibangun di Kota Malang. Ketika saya melajukan sepeda motor akan melintas di rel KA tersebut, tiba-tiba palang pintu diturunkan yang menandakan ada KA yang akan melintas. Demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, maka saya pun menghentikan sepeda motor tepat di barisan paling depan, dekat dengan palang pintu yang sedang melintang. Di belakang saya ada banyak angkot dan sepeda motor lain yang juga berhenti untuk menunggu KA lewat.
Kami pun menunggu KA itu melintas sambil tetap menyalakan kendaraan masing-masing. Karena saat itu adalah waktu pagi yang identik dengan permulaan aktivitas keseharian, maka dapat saya amati banyak pengguna jalan yang kesusu untuk segera mengakhiri kegiatan menunggunya di perlintasan KA ini, termasuk saya. Namun, KA yang kami tunggu tidak nongol-nongol. Saya sempat sedikit gusar karena takut terlambat sampai di kampus. Saya sempat melihat jarum jam dan kurang lebih sudah sekitar sepuluh menit dari pertama saya melihat arloji, kami semua menunggu KA yang akan melintas.
Waktu menunggu yang lama ini tidak biasanya terjadi. Rata-rata dari palang pintu ditutup sampai KA melintas, kurang lebih hanya lima menit. Tetapi yang terjadi pagi itu lebih dari biasanya. Sampai-sampai petugas penjaga keluar dari pos untuk memastikan KA akan lewat. Walau pak penjaga pos sudah keluar dan turut menjaga perlintasan KA, tetapi KA yang ditunggu-tunggu masih belum datang juga. Hanya terdengar suara klakson KA yang kedengarannya masih jauh.
Tidak sabar karena sudah kelamaan menunggu, beberapa sepeda motor di sebelah saya memutuskan untuk menerobos palang pintu KA tersebut. Memang palan pintu ini tidak sampai menjangkau seluruh badan jalan yang dipakai oleh pengguna jalan. Sehingga ada ruang lowong yang dapat dilewati oleh sepeda motor. Dan sudah bisa ditebak, rekan-rekan saya sesama pengguna jalan itu akhirnya melewati rel KA dengan hati-hati. Sebelum mereka melintas, mereka melihat di dua sisi arah rel KA untuk memastikan KA tidak sedang menuju arahnya. Ternyata mereka "lolos" dari rel dan dengan secepat kilat melajukan sepedanya karena sudah kehilangan beberapa menit yang jika di pagi hari adalah sesuatu yang benar-benar berharga.
Melihat aksi mereka, saya pun dengan tiba-tiba memiliki keberanian untuk melakukan hal yang sama. Tak lupa saya juga mengamati dua arah rel KA untuk memastikan KA tidak dalam jarak yang dekat. Dengan bismillah saya pun melewati rel dan segera menggeber sepeda untuk terus melaju menjauhi rel KA. Dalam hati saya bersyukur karena dapat melintasi rel dengan selamat. Sempat saya melihat dari spion, banyak pengendara sepeda motor yang juga mengikuti aksi saya. Saya sudah tidak menggubris KA yang akan melintas sudah lewat atau belum.
Dari pengalaman saya ini, sebenarnya bukan contoh yang baik untuk dilakukan, mengingat bahaya perlintasan KA yang langganan memakan korban. Namun semoga informasi ini dapat menjadi catatan bagi pihak berwenang agar manajemen waktu atas KA yang bersangkutan dapat diperbaiki. Ketidaktepatan waktu ini wajib dibenahi agar tidak ada pihak yang dirugikan dan terlebih lagi tidak ada korban jiwa karena kecelakaan yang berhubungan dengan KA.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-8281164423214181658?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/8281164423214181658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2008/09/tulisan-pertama-yang-tercantum-di.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/8281164423214181658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/8281164423214181658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2008/09/tulisan-pertama-yang-tercantum-di.html' title='Tulisan pertama yang tercantum di internet'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5121525852143195136.post-3182855177595761800</id><published>2008-09-12T16:29:00.002+07:00</published><updated>2008-09-15T17:06:11.533+07:00</updated><title type='text'>My first "tulisan" in my personal blog</title><content type='html'>alhamdulillah.............

hip hip hura.......................

cheerful...............

by JOHAR DWIAJI PUTRA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5121525852143195136-3182855177595761800?l=joejoehiphiphura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/feeds/3182855177595761800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2008/09/my-first-tulisan-in-my-personal-blog.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/3182855177595761800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5121525852143195136/posts/default/3182855177595761800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://joejoehiphiphura.blogspot.com/2008/09/my-first-tulisan-in-my-personal-blog.html' title='My first &quot;tulisan&quot; in my personal blog'/><author><name>joejoehiphiphura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18426027404910171295</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_A-qRMrJOZBs/TJqgJ5-W0zI/AAAAAAAAAEc/x4neNg4a2rU/S220/putih+lebih+kecil.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
